Apa sih, Koping?

Apa yang saya pikirkan mengenai diri saya? Banyak. Begitu pun dengan hati saya. Serdadu-serdadu hati seakan gusar menanti apa yang akan saya lakukan berikutnya. Bahkan ketika saya sudah tepar, rasanya hanya ingin rebahan saja sembari membaca ‘berita’ yang sudah matang. Ah ya, perasaan ini tidak benar, batin saya. Pun saya mencoba mencari jawabnya ke sana-ke mari, tetapi tidaklah benar apa yang saya lakukan, semua tergantung dari diri saya sendiri. Satu hal yang harus saya pahami : penyadaran diri. Hal ini sangatlah diperlukan demi kelangsungan hidup yang lebih baik. Bahkan penyegaran diri juga harus saya lakukan segera demi satu hal : keluar dari zona nyaman! Widih… Mari saya hantarkan sejenak. Continue reading

Melepas Mimpi

Berkat kedua sahabat saya, akhirnya saya berani melakukan sesuatu hal yang saya tidak pernah duga : melepas mimpi. Awalnya memang berat. Tapi saya sudah berdoa berkali-kali kepada Allah untuk minta petunjuk, dan hasilnya tetap sama. Meski saya tidak bilang, tetapi jawaban dari kedua orang sahabat saya cukup membuat saya pusing sekaligus puas. Mungkin karena memang perlu ikhlas dan sabar yang sangat dalam sehingga bisa menerima keputusan yang sangat luar biasa ini. Continue reading

Persahabatan Ini, Tidak Hanya Tentang ‘Aku’

Rasanya baru kemarin kami bersahabat dan berjanji menjadi teman baik untuk seterusnya. Tapi apa yang saya dapatkan? Ketika saya mempercayainya, semua berbalik arah. Memang tak ada kata benci untuk mencaci. Tak ada kata lelah untuk bisa mempertahankan persahabatan ini. Saya sendiri merasa sedih jika kami berseteru, atau bahkan tidak saling bertegur sapa dalam waktu yang lama. Tapi sayangnya, untuk berseteru kami tidak pernah melakukannya. Mungkin hanya berbeda paham saja dan kemudian tidak berlanjut. Continue reading

Beranjak Dewasa

Semakin dewasa, kita semakin mengerti akan arti hidup ini. Dan bagaimana agar bisa survive di kehidupan sekarang ini yang serba digital, serba instan, serba cepat, dan butuh kesabaran tinggi. Ketika saya berpikir, ternyata sekarang saya jauh lebih dewasa. Ya, seiring dengan bertambahnya usia, pola pikir tentu akan berbeda. Jika dulu saya berpikir bagaimana bisa meraih prestasi akademik yang tinggi, masuk sekolah impian, sampai mendapatkan gelar akademik yang tinggi. Sekarang yang ada hanyalah, bagaimana bisa survive dengan keadaan sekitar yang membuat pusing, belum lagi masalah-masalah yang dirasa kurang penting hinggap kemudian hilang dan kembali lagi, kemudian membekas dan membuat kita berpikir panjang dan it’s like.. I’m thinking too big about it. Atau apalah, seperti orang kebanyakan pikiran. Continue reading

Hidup dan Pikiran

Segala sesuatu adalah tentang pikiran – Tony Buzan.

Ya, hal tersebut adalah benar. Kita merasa hidup kita ramai karena ada pikiran. Ketika kita berpikir, maka tubuh akan look alive. Why? It because if we are not moving, kita akan terlihat diam seperti batu. Kita adalah manusia, makhluk yang baik. Kita diberi akal untuk berpikir. Jika kita hanya berpikir, “saya ini hidup” maka yang terjadi memang benar kita hidup, memang benar kita survive. Tapi apakah pikiran kita berkembang jika hanya berpikir hidup saja. Bernapas, jantung berdetak juga merupakan tanda kehidupan. Namun jika dia diam, tidak berpikir, apa yang bisa kita banggakan? Hanya terlihat seperti orang yang melihat sesuatu di depan dengan tatapan kosong. Continue reading

Ingatlah Niat

– Selalu ada keinginan. Tetapi kadang ketika memulai, hal tersebut terasa berat. Malas atau belum terbiasa? –

Kalian pernah mengalami hal tersebut, saya juga pernah. Tetapi tidak selalu. Terkadang hal tersebut terjadi pada kegiatan-kegiatan tertentu saja. Namun, kita bisa menepis hal tersebut. Kita akan memaksakan diri, mencoba memulainya, memulai menyenanginya, dan bertingkah seolah-olah tidak ada apa-apa. Continue reading

Tentang Emosi

Emosi seseorang dapat berubah, dapat juga terbawa suasana. Selama ini saya merasakan hal tersebut. Keduanya berarti banyak, ketika saya harus mengikuti suasana yang ada atau kata hati yang jelas-jelas ingin baik-baik saja. Ketika ada yang menenangkan, saya bisa tenang untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan ketika sendiri, saya akan susah payah untuk bangkit dan menepis semua hal dengan aktivitas yang saya suka. Tetapi keduanya tidaklah berarti jika saya terus sendiri bersama pikiran-pikiran masa lalu yang masih bersarang. Saya butuh ketenangan agar kepala tidak pusing dan hati terbebas dari sarang kata-kata kotor serta beban imajinasi gambar rusuh. Continue reading

Ketika Sesuatu Itu Hilang

Rasa sebal pasti datang ketika kalian sudah mempersiapkan sesuatu dengan matang, namun ketika sesuatu itu dicari malah hilang. Begitu pula saya. Baru saja saya menuliskan satu draft lengkap yang sudah jadi. Namun terkendala sesuatu, akhirnya tulisan tersebut hilang. Ah ya, ini akibatnya jika saya tidak menyimpannya terlebih dahulu. Rasa sesak dan gelisah memang ada, namun itu bukan penghalang untuk menghasilkan yang lebih. Continue reading

Hidup Di Perantauan

Hidup di perantauan adalah sebuah kisah mendasar mengenai hidup yang sesungguhnya. Banyak pelajaran di dalamnya yang akhirnya membuat kita mengerti bagaimana seharusnya hidup. Selain mengenal dunia baru yang lebih luas, membuat kita harus lebih ‘bermasyarakat’, dan membuat kita mandiri, hidup di perantauan yang benar-benar baru, apalagi sendiri akan membuat kita lebih memaknai hidup. Harga hidup ini akan menjadi sangat berarti dan penting untuk diri kita. Continue reading