Personal Branding? Hm…

Sudah 2017 dan personal branding harus tetap berjalan. Saya sendiri masih bingung mengapa orang begitu bersemangat dengan sesuatu hal, tetapi di sisi lain malas. Mungkin karena malas adalah sifat yang manusia punya, jadi jika ia mempengaruhi terlalu banyak maka akan membuat manusia terbuai. Saya sendiri sekarang sedang dilemanya untuk mengikuti keinginan saya, keinginan orang tua, atau keinginan lain. Yah, semua pilihan ada di saya. Continue reading

Satu Kata : Pusing!

pusing

Entah, akhir-akhir ini saya suka mendengarkan drop yang begitu ‘menjadi’. Apalah artinya, tapi saya hanya menikmatinya. Setelah jatuh sakit pada Jumat lalu dan masih terasa sampai sekarang, saya lebih sering berpikir. Entah, entah. Mungkin pula sakit saya karena pikiran sampai-sampai pusingnya begitu terasa. Dan mungkin tulisan ini hanya sebagai penguat rindu saya terhadap lagu lama, menulis yang begitu saya inginkan. Continue reading

Ketika Terkoyak

Ada satu ruang yang kosong di hati saya yang entah bagian itu saya masih kacau dan random untuk mengisinya dengan apa. Saya sendiri bingung mengapa begitu sulit menelaah apa yang terjadi pada diri saya. Sedikit demi sedikit saya mencoba untuk bangkit, tetapi saya terlalu lemah untuk menuntun diri saya sendiri. Kemudian ada sebuah dorongan yang datang dengan sangat tenang dan hangat. Saya sendiri senang dan sangat menerima dorongan tersebut. Continue reading

Melepas Mimpi

Berkat kedua sahabat saya, akhirnya saya berani melakukan sesuatu hal yang saya tidak pernah duga : melepas mimpi. Awalnya memang berat. Tapi saya sudah berdoa berkali-kali kepada Allah untuk minta petunjuk, dan hasilnya tetap sama. Meski saya tidak bilang, tetapi jawaban dari kedua orang sahabat saya cukup membuat saya pusing sekaligus puas. Mungkin karena memang perlu ikhlas dan sabar yang sangat dalam sehingga bisa menerima keputusan yang sangat luar biasa ini. Continue reading

Persahabatan Ini, Tidak Hanya Tentang ‘Aku’

Rasanya baru kemarin kami bersahabat dan berjanji menjadi teman baik untuk seterusnya. Tapi apa yang saya dapatkan? Ketika saya mempercayainya, semua berbalik arah. Memang tak ada kata benci untuk mencaci. Tak ada kata lelah untuk bisa mempertahankan persahabatan ini. Saya sendiri merasa sedih jika kami berseteru, atau bahkan tidak saling bertegur sapa dalam waktu yang lama. Tapi sayangnya, untuk berseteru kami tidak pernah melakukannya. Mungkin hanya berbeda paham saja dan kemudian tidak berlanjut. Continue reading

Beranjak Dewasa

Semakin dewasa, kita semakin mengerti akan arti hidup ini. Dan bagaimana agar bisa survive di kehidupan sekarang ini yang serba digital, serba instan, serba cepat, dan butuh kesabaran tinggi. Ketika saya berpikir, ternyata sekarang saya jauh lebih dewasa. Ya, seiring dengan bertambahnya usia, pola pikir tentu akan berbeda. Jika dulu saya berpikir bagaimana bisa meraih prestasi akademik yang tinggi, masuk sekolah impian, sampai mendapatkan gelar akademik yang tinggi. Sekarang yang ada hanyalah, bagaimana bisa survive dengan keadaan sekitar yang membuat pusing, belum lagi masalah-masalah yang dirasa kurang penting hinggap kemudian hilang dan kembali lagi, kemudian membekas dan membuat kita berpikir panjang dan it’s like.. I’m thinking too big about it. Atau apalah, seperti orang kebanyakan pikiran. Continue reading

Tentang Emosi

Emosi seseorang dapat berubah, dapat juga terbawa suasana. Selama ini saya merasakan hal tersebut. Keduanya berarti banyak, ketika saya harus mengikuti suasana yang ada atau kata hati yang jelas-jelas ingin baik-baik saja. Ketika ada yang menenangkan, saya bisa tenang untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan ketika sendiri, saya akan susah payah untuk bangkit dan menepis semua hal dengan aktivitas yang saya suka. Tetapi keduanya tidaklah berarti jika saya terus sendiri bersama pikiran-pikiran masa lalu yang masih bersarang. Saya butuh ketenangan agar kepala tidak pusing dan hati terbebas dari sarang kata-kata kotor serta beban imajinasi gambar rusuh. Continue reading

Sedikit Curhat, tentang Keharusan Bangkit

Harusnya saya bisa mencontoh teman saya yang dengan semangat, kerja keras, doa, usaha, dan ibadah akhirnya dia bisa mewujudkan impian-impiannya satu persatu. Di sini kadang saya merasa kurang beruntung. Bisa menjembatani diri sendiri untuk naik ke level yang lebih baik sedikit saja saya sudah bahagia. Tetapi mengapa ketika ada yang anjlok, rasanya seperti terperosok ke lubang yang sangat dalam? Ya, saya sedih. Saya merasa ada yang aneh, ada yang janggal, dan seperti berada di dalam sebuah pertempuran yang saya sendiri bingung bagaimana untuk keluar pertempuran karena sudah terkepung (seperti mimpi saya dua hari yang lalu). Begitulah yang saya rasakan, saya sedih. Continue reading