Apa sih, Koping?

Apa yang saya pikirkan mengenai diri saya? Banyak. Begitu pun dengan hati saya. Serdadu-serdadu hati seakan gusar menanti apa yang akan saya lakukan berikutnya. Bahkan ketika saya sudah tepar, rasanya hanya ingin rebahan saja sembari membaca ‘berita’ yang sudah matang. Ah ya, perasaan ini tidak benar, batin saya. Pun saya mencoba mencari jawabnya ke sana-ke mari, tetapi tidaklah benar apa yang saya lakukan, semua tergantung dari diri saya sendiri. Satu hal yang harus saya pahami : penyadaran diri. Hal ini sangatlah diperlukan demi kelangsungan hidup yang lebih baik. Bahkan penyegaran diri juga harus saya lakukan segera demi satu hal : keluar dari zona nyaman! Widih… Mari saya hantarkan sejenak.

Setelah tersadar dari stres akibat masalah pribadi dengan salah seorang sahabat, saya akhirnya tersadar bahwa jalan terbaik untuk keluar dari masalah ini adalah saya harus menjauh sejenak dari aktivitas bersosial media demi mendapat penyegaran. Akhirnya yang ada, saya berselancar internet mengenai hal-hal yang saya suka, mengobrol seperlunya, dan mulai mencari tempat baru. Awalnya berat untuk, tetapi apa dikata jika tinggal di kamar hanya akan membuat polusi yang tidak berfaedah meski saya bisa melantunkan sesuatu yang lebih berguna tetapi dengan nada yang kurang enak. Bukan, bukan saya tidak bisa. Hanya saja saya tidak kuat.

Nah, dalam cerita saya di atas, saya mendapatkan ‘koping’. Apa itu koping? Koping adalah penyesuaian diri dalam menghadapi stres. Lebih mengarah pada yang orang lakukan untuk mengatasi tuntutan penuh tekanan atau yang membangkitkan emosi (Siswanto, 2007). Di sini jika orang membaca arti dari koping di atas, maka akan ada pikiran bahwa koping adalah semacam mekanisme pertahanan diri. Padahal sebenarnya, koping dengan pertahanan diri adalah dua hal yang berbeda. Mau tau lebih banyak mengenai koping? Oke. Here we go!

Menurut Lazarus, ada dua jenis koping :

  1. Tindakan Langsung (Direct Action)
    Ini adalah tindakan individu untuk mengatasi kesakitan atau luka atau semacamnya dengan cara mengubah hubungan yang bermasalah dengan lingkungan.
    Ada empat macam sih jenisnya
    .- Mempersiapkan diri menghadapi luka
    Individu harus menempatkan diri secara langsung pada keadaan yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut.
    .- Agresi
    Bila individu tersebut merasa lebih kuat dari agen yang mengancamnya, maka ia akan menyerang agen yang mengancamnya.
    .- Penghindaran
    Individu akan menghindar dari situasi yang mengancamnya.
    .- Apati
    Pada situasi ini, individu tidak bereaksi apapun terhadap situasi yang mengancamnya.
  2. Peredaran atau Peringanan
    Mengacu pada mengurangi tekanan fisik atau emosi dari lingkungan yang bermasalah. Sebenarnya di sini banyak macamnya. Hanya saja, saya ingin meringkas pada pengertiannya saja.

Saya sendiri menyadari bahwa saat saya stres, saya juga melakukan beberapa hal tersebut. Misal saya melakukan apati. Ini kenapa? Karena ada hal lain yang menjadi pertimbangan. Tapi karena ini bukan ranah cerita, jadi saya akhiri di sini.
Semoga bermanfaat, sobat!
Salam! ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Apa sih, Koping?

  1. Klo saya sedang sedikit stres biasanya pelariannya ke nulis saja atau tidur meskipun sebentar. Pokoknya menggangap masalah bukan masalah dan mencoba berpikir positif ๐Ÿ˜€

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s