Beranjak Dewasa

Semakin dewasa, kita semakin mengerti akan arti hidup ini. Dan bagaimana agar bisa survive di kehidupan sekarang ini yang serba digital, serba instan, serba cepat, dan butuh kesabaran tinggi. Ketika saya berpikir, ternyata sekarang saya jauh lebih dewasa. Ya, seiring dengan bertambahnya usia, pola pikir tentu akan berbeda. Jika dulu saya berpikir bagaimana bisa meraih prestasi akademik yang tinggi, masuk sekolah impian, sampai mendapatkan gelar akademik yang tinggi. Sekarang yang ada hanyalah, bagaimana bisa survive dengan keadaan sekitar yang membuat pusing, belum lagi masalah-masalah yang dirasa kurang penting hinggap kemudian hilang dan kembali lagi, kemudian membekas dan membuat kita berpikir panjang dan it’s like.. I’m thinking too big about it. Atau apalah, seperti orang kebanyakan pikiran.

Jujur, sampai saat ini saya masih prefer untuk menggunakan sms daripada aplikasi chatting seperti WhatsApp, Line, BBM, atau sejenisnya. Karena selain menghemat batrai hp, juga pulsa reguler saya jadi terpakai, hehehe. Tapi bukan, bukan hanya itu juga alasannya. Terkadang saya tidak selalu on internet di hp, makanya kalau menghubungi lewat sms pasti akan lebih cepat balasannya dibanding aplikasi chatting. Dan ketika saya menunggu balasan sms dari seseorang, saya rasa dia sekarang lebih mengerti mengenai apa yang namanya ‘prioritas’. Karena saya tipe orang yang tidak biasa balas sms lama-lama, saya bosan yang namanya menunggu sms balasan. Apalagi kalau sampai balasannya berjam-jam.

Dan sekarang, saya mengerti bahwa saya bukan lagi anak remaja SMA yang selalu balas sms tepat waktu. Apalagi teman-teman saya lebih suka aplikasi chatting dibandingkan sms. Padahal saya sendiri rela menghabiskan pulsa reguler untuk sms dan nelpon, meski alasannya kurang masuk akal. Ingin hemat batrai dan batrainya bisa digunakan untuk mp3an saja. Hehehe..

Back again to reality kalau saya berpikiran bahwa saat ini, kedewasaan saya tengah terbentuk. Nah, seharusnya saya bisa berpikir lebih baik sekarang. Yang saya rasakan, saya hanya ingin berteman dengan siapa saja dan menjalin hubungan baik dengan mereka. Dalam artian dengan lebih banyak teman, akan membantu saya mengenali sifat manusia yang unik dan beragam. Saya sendiri merasakan bahwa sifat manusia itu ada yang keras, ada yang lunak, atau fleksibel. Entahlah teman mana yang fleksibel, yang jelas terkadang mereka keras, terkadang lunak. Namanya juga manusia. Ada yang bilang bahwa setiap manusia itu unik. Dan setiap dari diri kita ini istimewa. So, be proud of yourself. Jadilah diri sendiri, karena kita akan merasakan manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain.

Sejujurnya jika membahas tentang masa kecil, hal tersebut sangatlah menyenangkan. Tetapi ada sesuatu hal dari diri saya yang sangat membekas sehingga ketika melihat anak kecil bersama orang tuanya, saya akan merasa terharu. Teman-teman saya mengatakan bahwa saya orangnya cepat terharu. Tapi bukan itu alasan saya. Dan semakin bertambahnya usia, saya semakin terharu jika melihat kenyataan itu.

Semua orang memiliki sisi lain. Dari sisi lain itu, kita bisa melihat ke dalam bagaimana pribadi seseorang. Ternyata memang pribadi seseorang itu ada persamaan dan perbedaan sendiri. Dan ketika beranjak dewasa, mereka telah belajar dengan bekal yang mereka bawa dari bangku sekolah, baik formal maupun non formal atau dari kehidupan sehari-hari. Mereka akan berubah, karena harapan untuk menjadi lebih baik itu selalu ada.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s