Di Malam Itu

Halo kawan, malam ini aku tidak bisa tidur. Dan entah mengapa, sekalinya bisa tidur ada saja yang mengganggu. Seperti kilatan cahaya dari hp yang ternyata pemberitahuan bahwa batrai hp sudah penuh, atau miss call dari nomor tak dikenal yang belakangan kuketahui bahwa dia adalah sahabat jauh-ku.

Sungguh ini ada apa. Rasanya aku sudah mengantuk luar biasa. Lampu kamar dan lampu di luar kamar sudah kumatikan. Aku sudah berada di atas kasurku, berbaring dan terpejam. Tetapi belum saja aku masuk ke alam tidur. Mataku sudah sakit, kepalaku sudah pusing karena efek mengantuk. Kemudian, kuputuskan untuk menulis ini.

Ada satu kejadian yang membayangiku, entah apakah sahabatku yang terbayang itu juga sedang membayangkannya atau tidak. Ya, itu tentang seorang sahabat yang sebenarnya kami cukup dekat.

Orang yang selalu membayangiku. Dan sejauh ini, memang dia yang selalu menjadi tempatku untuk mengekspresikan berbagai ulah. Nah kan, dia memang tahan terhadapku. Apalagi aku, sudah terlalu kebal terhadap semua ulahnya. Dan ya, untuk apa yang kalian bayangkan jika dia sudah hapal tentangku adalah benar. Untuk apa yang kalian bayangkan jika aku sudah hapal tentangnya, itu juga benar.

Tak terasa pula, sudah lama kami bersama. Sehingga untuk kebiasaan satu sama lain, kami sama-sama tahu. Bahkan mungkin, kebiasaan kami sekarang hampir sama, kurasa. Tapi untuk urusan humor, itu adalah masalah yang berbeda. Dia lebih jago untuk bergurau dan bercanda. Sedangkan aku, hanya sebagai penikmat humornya saja yang lebih memilih untuk tertawa terbahak dibanding menyejajarkan humornya.

Jika mungkin ada beberapa orang yang mengatakan bahwa aku ini jago ngelucu, atau jago ngegombal, Oh My God! Akui saja, mungkin saat itu aku sedang out of control atau hanya terbawa suasana. Tapi itu terserah kalian yang menilai saja. Kurasa, sejak bersahabat dengan orang itu, aku jadi lebih banyak belajar tentang humor, dan bagaimana cara menyenangkan orang lain tanpa menyiksanya dengan humor berlebihan.

Hm.. Mungkin aku kelewatan dalam memuji temanku tentang humornya. Tetapi ya, akui bahwa aku senang bersahabat dengannya. Tidak ada kata marah, karena kemarahan akan teredam dengan sendirinya. Dan tentu, dia seperti sudah mempelajari banyak sifat manusia sehingga tahu bagaimana membuat orang tertawa.

Pernah aku dengar darinya, bahwa ia memiliki beberapa kategori sahabat. Menurutku, itu menarik. Tetapi ya, aku bukan dia. Hanya saja, aku belajar darinya. Belajar untuk tidak terburu-buru marah, dan bagaimana meredam marah. Dan entah mengapa aku teringat padanya, apa yang sedang ia lakukan? Hm..

Advertisements

2 thoughts on “Di Malam Itu

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s