Di Dahan Angan

Apakah aku boleh sedikit saja mengambil bagianku? Untuk menikmati pagi yang kian lama kian menjerumuskanku dalam asa. Menggeliat bagian penuh nestapa becampur peluh dan beberapa rumus kepercayaan yang mulai hilang pekanya.

Apakah boleh, sedikit saja aku minta kesedapan dalam pandangan yang tidak mengganggu hati? Apakah ini adalah jalanku, untuk meratapi pergimu dikala aku sendiri terjebak perih. Ini adalah satu pilihan yang tak berperi, kau tahu. Dan mereka menganggap ini mustahil.

Di dahan angan telah terukir nama kita, entah kau menyadarinya atau tidak. Yang jelas untukku, dahan itu sangat memperhatikan jalan keluar dari ragaku. Dahan angan yang begitu kuat dan jelas menusuk setiap perkataan yang akan keluar.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s