Sedang Rindu Ini

IMG_20150808_145604[1]

Bersama dengan orang-orang terdekat, apalagi tercinta itu menyenangkan. Saya sendiri sedang rindu kebersamaan dengan teman-teman Bi22on (angkatan 22 gizi Poltekkes Kemenkes Semarang). Menyadari sudah berbulan-bulan pisah, ternyata masih tersisa rindu yang menumpuk. Kebersamaan yang kami bangun, terutama dari kelas saya di Reguler B itulah yang berkesan.

Memang rasanya singkat, semasa kuliah kami sekelas rasanya masih terngiang di pikiran. Tentang bagaimana kekompakan kami, yang ngeblok lah, yang menyendiri, yang misterius, yang ingin diperhatikan, semua jadi satu membentuk kumpulan masyarakat majemuk yang dinamis. #eaa

Mulai dari PPS (ospek), kami yang dicampur adukkan dan belum dibagi per kelas, memang sudah berkenalan secara singkat. Saya sendiri waktu pertama kali memiliki teman hasil dari berkenalan di luar auditorium sebelum PPS mulai sampai di dalam auditorium ketika PPS. Kesan pertama sepertinya orangnya asyik-asyik.

Kemudian ketika kami sudah dibagi per kelas, akhirnya kami semakin akrab. Memang saat itu ada kecemburuan karena kelas saya (kelas B) kabarnya kurang kompak, sedangkan kelas satunya (kelas A) lebih banyak kompak, solid, dan setia kawan sehingga anak dari kelas B ingin pindah ke kelas A. Namun buktinya, hingga kami lulus, tak ada yang pindah kelas.

Memang kelas saya memang termasuk kelas yang ramai dan santai, terbukti dari keluhan para dosen saat mengajar kami. Namun hal tersebut tidak membuat semangat kami turun, sehingga dengan keras kami berusaha untuk membuktikan bahwa kami ini kompak. Salah satu contoh adalah ketika salah seorang dari kelas saya akan memutuskan keluar, karena ingin meniti karir sebagai seorang polisi. Sahabatnya berusaha menutupi kenyataan bahwa dia sudah tidak ikut kuliah. Tetapi akhirnya dosen tahu dan akhirnya dia mengakui kesahalannya, meminta maaf sambil menangis di depan kelas. Oh, poor you.

Saat itu jabatan teman saya yang keluar adalah sebagai komting angkatan, bahkan nama Bi22on merupakan idenya. Selain itu, dia juga termasuk dalam klub orang yang menciptakan jingle kami. Tetapi karena dia keluar, maka otomatis jabatan komting pun pindah tangan, ke sahabatnya! Ya sudah lah, saat itu hanya ada dua lelaki di kelas. Yang satu adalah ketua kelas, dan yang satu adalah komting angkatan.

Yang saya rindukan adalah ketika kami tidak pulang dan lebih memilih untuk mengerjakan tugas di kelas. Karena sistem kelas kami tidak moving class, maka seenaknya kami berada di kelas bahkan sampai malam. Pernah saya pulang di atas jam sepuluh hanya untuk mengerjakan tugas, dan itu di kelas. Tapi sekarang peraturannya sudah berbeda, sih.

Hal lain adalah ketika istirahat, kami berbondong-bondong ke kantin, mengantre, bahkan sampai tidak kebagian makanan karena habis yang membuat kami akhirnya makan di luar kampus. Selain itu, semakin beranjaknya kami, ketika kami KKL pun, komting angkatan akhirnya menjadi sasaran empuk yang menurut saya lebih mirip bapak untuk anak satu kelas daripada teman.

Selama kuliah, saya kehilangan dua orang teman. Yang pertama ketika semester tiga, teman saya itu meninggal karena sakit. Dan yang satunya ketika PKL desa, karena kecelakaan. Hal tersebut memang menyedihkan, hingga kelulusan pun kami masih merasa sedih karena kehilangan dua teman.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang saya rindukan. Karena sekelas dari masuk sampai lulus itu membuat kami semakin kompak. Tapi, kami sudah memiliki kesibukan masing-masing sekarang. Saatnya untuk menatap masa depan yang cerah dengan tangan terbuka dan semangat yang tak pernah padam.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s