Valentine?

yye.jpg

Saya tertarik membahas hal ini karena pembicaraan saya dengan salah seorang sahabat tempo hari. Ya, dia adalah sahabat yang asyik. Karena sama-sama setuju dengan saya. Haha.. Bukannya saya mau bagaimana-bagaimana. Saya hanya ingin cerita. Sedikit saja. Dan rasanya, baru kali ini pula saya menuliskan tentang hal ini.

Dikira saya merayakan valentine, padahal tidak. Saya sudah jelaskan dengan dia tentang ini padanya dan bersyukurlah bahwa dia juga akhirnya mengerti meski dengan alasan yang berbeda. Memang kami juga berbeda, terutama dari segi agama. Oleh karena itu untuk memandang hidup juga berbeda.

Awalnya karena memang dalam Islam tidak ada valentine dalam Islam, saya jadi mengerti bahwa valentine tidak usah atau tidak perlu dirayakan. Tapi ada saja pertanyaan yang menjurus tentang itu. Ya sudah, saya bilang saja bahwa saya tidak merayakan dan lanjutnya diam.

Menurut sahabat saya, hari valentine tidak perlu dirayakan berlebihan. Dia bilang bahwa semakin dewasanya ia, maka kebutuhan juga naik dan tanggung jawab jadi makin besar. Oleh karena itu, ia menganggap bahwa yang merayakan valentine itu seperti anak ABG. Ya, itu hanya pendapat. Tapi pendapat orang tentunya berbeda.

Jika sahabat saya ini berkata bahwa hari valentine tidak usah dirayakan, saya sih setuju-setuju saja. Hari valentine itu lebay, begitulah yang saya baca. Alasannya, bisa merusak akidah. Tentu saja, karena hari valentine bukanlah tradisi apalagi ajaran Islam. Jelaslah bahwa jika melakukan sesuatu yang bukan ajaran Islam itu dosa.

Banyak versi cerita tentang sejarah hari valentine. Salah satunya adalah cerita tentang peringatan bangsa Romawi yang dilaksanakan pada 15 Februari. Lengkapnya bisa dibaca di sini.

So, saya hanya ingin mengingatkan saja bahwa dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)

Yeah!
Salam,
^_^

Advertisements

9 thoughts on “Valentine?

  1. kapan kapan baca valentine versi saya ya kak, hihihi
    sebenarnya kalo ditilik lebih dalam, dalam semua agama tidak ada hari perayaan valentine
    pande pande manusia aja menciptakan tren dan semakin berkembang karena brand produk memanfaatkan momen untuk jualan mereka

  2. Hehe valentine bukanlah hari raya dan tidak perlu dirayakan. Memang positive sih nilai yg diusung “kasih sayang” dan saya yakin semua agama setuju dengan nilai moral ttg kasih sayang “rahmah .red arab”. Ide moral spt itu bagus kalau diimplementasikan dlm keseharian, saling mengasihi sesama saudara dan pesan saling mengasihi ini banyak tersimpan di kitab2 suci agama2. Yg menjadikan problem adalah “penyimpangan” perilaku seseorang atas pemahaman “kasih sayang” yg kurang tepat. Dan memahami hari itu sebagai perayaan dan ritual agama.

    Tambahan:
    Man tasyabaha qaumin dst. Dalam konteks munculnya hadist tsb muslim masih minoritas dan dalam kelompok yg sangat kecil. Maka untuk menandai bawa ia muslim haruslah ada identitas tersendiri, misalnya ketika para yahudi memanjangkan kumis maka muslim menandai dg memanjangkan jenggot. Dsb. Namun semakin meluasnya kawasan muslim dan semakin beragam suku, ras dan golongan muslim di dunia. Hal tsb sudah tidak berlaku lagi. Wallahu a’lam

    @adibriza

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s