Diantara Kalian [Part III]

ya ini

Memang bus dan angkot masih sangat dibutuhkan sebagai alat transportasi. Buktinya saja ketika mudik, sarana transportasi yang satu ini masih bisa digunakan untuk mengangkut ribuan orang yang tersebar dari seluruh Indonesia. Di setiap daerah, bus dan angkot berjasa bagi masyarakat yang hidup di daerah yang jauh dari kota. Biasanya ada angkot yang bisa mengantar mereka ke pusat kota, meski intensitasnya jarang lewat karena hanya tersedia beberapa. Sedangkan untuk bus, tak jarang pula ada beberapa daerah yang masih mempercayakan untuk dipakai di daerah sebagai penghubung antarkecamatan. Kedua alat transportasi ini sangat penting bagi mereka yang tinggal di desa dan kecamatan. Meskipun ada ojek, barangkali mereka menginginkan yang tidak terlalu ribet (memakai helm) bisa memakai bus atau angkot.

Keadaannya yang saat ini makin sedikit, tergerus alat transportasi lain tidak menyurutkan konsistentinya mengantarkan warga ke tempat tujuan sesuai rute. Meski sekarang kita tahu bahwa keduanya kadang ‘tidak layak pakai’ tapi tetap saja banyak pelanggan yang setia menggunakannya. Mungkin saja karena tidak ada pilihan, mungkin juga karena mereka ingin menjaga konistensi dan ekstistensi (melestarikan dan membudidayakan) angkot sebagai alat transportasi. Atau masih banyak alasan lain. Tapi yang jelas, ketika kita naik angkot atau bus, kita merasakan ada kesenangan tersendiri. Kita juga bisa melihat realita yang terjadi, seperti berdesak-desakan atau bagaimana seseorang bisa sampai berkata-kata mengenai sesuatu atau bagaimana cara orang berinteraksi ketika mereka sengaja tidak bertemu di sebuah tempat yang sama.

Namun yang kita tahu bahwa kedua alat transportasi ini kebanyakan keadaannya sangat menyedihkan. Banyak diantara mereka yang kurang perawatan, seperti kucing pasar. Mereka mendapat bahan bakar setimpal tapi baunya tidak karuan. Hal ini lah yang kadang juga menyebabkan saya malas naik angkot atau bus. Semua aroma sudah tercampur menjadi satu dan menimbulkan bau pasar, atau kadang bau rokok yang bercampur dengan debu jalanan. Atau seperti bau bensin yang bercampur dengan bau-bau lain sebelumnya yang telah beredar di dalam bus atau angkot.

Pembatas yang Mengelupas

IMG_20151226_121356

Sungguh menyedihkan sekali ketika kita melihat angkot yang kita naiki mengalami kerusakan yang tak jarang membuat sang penumpang tidak nyaman. Seperti foto yang saya unggah di atas, adalah salah satu dari sekian bentuk kerusakan di dalam bus. Saya sedih, karena tidak bisa menikmati keindahannya dan harus bertahan sekian lama untuk mengalihkan perhatian. Hal tersebut tentu membuat saya tidak betah.

Yang terlihat dari gambar di atas adalah pembatas mengelupas sehingga isi dalamnya terlihat. Ya, tentu jadi tidak mulus dan jika dirasa akan kasar karena sudah berkarat. Saya tak usah berkata gambar di atas adalah bus di mana, yang jelas saya bertahun-tahun sudah akrab dengan pemandangan tersebut, tetapi tetap saja masih merasa risih.

Cat Mengelupas dan Besi Berkarat

Bus dan angkot yang catnya mengelupas itu tidak cantik, sama sekali. Percayalah. Saya melihat pemandangan ini sudah sejak sangat lama dan semakin diperhatikan, semakin terlihat jelek. Bahkan saya sendiri punya bayangan yang tak cukup untuk menggambarkan bagaimana jeleknya bus dan angkot yang ada saat ini. Wajar saja jika ada pengganti yang lebih bagus, maka masyarakat akan memilih yang lebih bagus.

. . .

Bersambung . . .

[Baca Part I di sini]

[Baca Part II di sini]

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s