Satu Sentuhan Untuk Cerita Kita

ya dong

Ketika mereka terbit di geganasan ruang, maka aku bersembunyi di balik gagahnya kisahmu yang penuh kehangatan. Mungkin ini konyol, tapi aku sudah melakukannya berulang kali dan ini berhasil. Penglihatan semakin membaik ketika semua bersatu memberikan hasil tanpa dirugiduakan dan mereka segera berbaris mengikuti jalanan menyusuri tanah bijak ini.

Kelangkaan hati yang tiada henti mengusik hari di persimpangan jalan dan menyudutkan mereka-mereka yang berangsur pulih. Tanpa menghiraukan hinaan jatuh. Padahal sesuatu yang hilang ini tidak memungkinkan semuanya berlaku panas seharian. Terik sudah dilalui, tapi tidak begitu caranya memudarkan mereka.

Suntuk, mungkin yang dirasa mereka yang melihat kisah ini. Bingung juga akan dirasa. Apa sebenarnya cerita ini? Apakah sebuah curhatan? Atau tulisan abstrak yang tak berarti? Ah sudahlah, jangan dipikir. Bahkan saya sendiri merasa bingung mengapa saya bisa menuliskannya. Saya hanya ingin menulis, tentang ini.

Ketika semua mata terpejam, saya ingin bercerita bahwa banyak hal yang bisa membuat hati ini menelisik lebih dalam mengenai cerita-cerita orang yang tak berperi. Mungkin terdengar konyol, tapi itu lebih berarti daripada tidak melakukan apapun. Bahkan disaat seperti ini, mentari masih tidur dan saya hanya ditemani bulan bintang.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s