Macam Hipertensi

kontrol-tekanan-darah-dengan-9-cara-ini

sumber gambar : klik gambar

Sebelumnya saya memang sudah pernah membahas tentang hipertensi di sini. Dan sekarang saya ingin membahasnya lagi karena menurut hasil Riskesdas tahun 2013, tingkat hipertensi sebesar 25,8%. Angka yang tidak kecil, bukan? Oke, mari kita buka tulisan ini dengan pengertian hipertensi. Berikut ini adalah definisi hipertensi menurut buku epidemiologi penyakit menular (Bustan, 2007) yaitu keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala berlanjut ke suatu organ target seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung), dan hipertensi ventrikel kanan/left ventricle hypertrophy (untuk otot jantung).

Hipertensi menurut bentuknya ada dua macam, yaitu hipertensi sistolik dan hipertensi diastolik. Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah menyertakan tabel kategori sistolik dan diastolik. Sekarang, saya akan menjelaskan apa itu hipertensi sistolik dan hipertensi diastolik. Hipertensi sistolik ketika jantung berdenyut terlalu kuat sehingga dapat meningkatkan angka sistolik, ini berkaitan dengan tingginya tekanan darah pada arteri bila jantung berkontraksi. Sedangkan hipertensi diastolik terjadi bila pembuluh darah kecil menyempit secara tidak normal sehingga memperbesar tahanan terhadap aliran darah yang melaluinya dan meningkatkan tekanan darah diastolik.

Menurut penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi sekunder dan hipertensi primer. Hipertensi primer ini disebut juga hipertensi esensil, yaitu hipertensi yang tidak jelas penyebabnya. Sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi karena penyebab spesifiknya dapat diketahui.

Hipertensi menurut gejala dibedakan menjadi dua, yaitu hipertensi benigna dan hipertensi maligna. Hipertensi benigna, dia tidak ada gejala tetapi saat dilakukan pemeriksaan dia ditemukan. Sedangkan hipertensi maligna, dia membahayakan dan biasanya disertai dengan keadaan yang gawat darurat akibat komplikasi organ seperti jantung, otak, atau ginjal.

Ada lagi yaitu hipertensi menurut beratnya atau tingginya peningkatan tekanan darah, seperti klasifikasi yang saya tulis di sini, yaitu hipertensi berat, sedang, dan ringan.

Nah, kurang lebihnya macam hipertensi seperti itu. Memang kalau dilihat sepertinya pengertian satu sama lain seperti saling berkaitan. Tetapi, pembedaannya juga sudah jelas, loh. Dan untuk mengingatkan kembali, biarkan saya menulis tentang apa saja yang bisa menyebabkan hipertensi.

  1. Faktor Keturunan
    Ya, bisa saja. Tapi hal tersebut bisa diubah dengan gaya hidup sehat dan gizi seimbang.
  2. Makan Makanan dengan Lemak Berlebih
    Apa sajakah itu? Coba kita lihat jika kita beli makanan yang berlabel. Lihat berapa lemak yang  terkandung. Ingat-ingat pula, hari itu sudah makan gorengan berapa biji, santan bagaimana, mentega, dan masih banyak lagi contoh lemak lain dalam makanan.
  3. Konsumsi Garam Dapur yang Tinggi
    Masakan kalau ditambah garam memang menjadi makin nikmat. Tapi kalau kebanyakan garam juga tidak baik. Jangan dikira orang masaknya asin lalu dikait-kaitkan dengan pemikiran ingin nikah, ya. Tetapi kesehatan juga sangat perlu dijaga sehingga harus mengurangi yang asin-asin.
  4. Merokok
    Sudah tahu sendiri kan, kalau di bungkus rokok yang lama itu menerangkan bahwa merokok dapat menyebabkan hipertensi? Kalau sekarang sih, memang hanya bertuliskan merokok membunuhmu.
    Meski belum ditemukan hubungan yang bermakna antara rokok dengan hipertensi, namun diduga jika merokok terus akan dapat meningkatkan risiko hipertensi dalam tubuh, loh!
  5. Minum Alkohol
    Nah ini, minuman beralkolhol sangat bahaya. Sudah bikin mabuk, bikin penyakit pula.
  6. Umur
    Ini, berhati-hatilah karena tekanan darah meningkat sesuai umur, biasanya dimulai dari usia 40 tahun. Tetapi saat ini kita lihat juga ada yang masih muda tetapi sudah hipertensi? Itu karena gaya hidup. Yuk, gaya hidup sehat diterapkan dalam hidup, dong.
  7. Obesitas
    Ya, obesitas adalah keadaan kelebihan berat badan akibat penumpukan atau penimbunan lemak dalam tubuh.
  8. Stres
    Manajemen pengelolaan emosi harus diikutsertakan. Ini tujuannya agar tidak stres, karena walau bagaimanapun stres merupakan sumber penyakit.
  9. Gaya Hidup
    Sekarang orang ingin yang serba instan. Tapi kita harus berhati-hati teehadap apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan. Jangan sampai kedua hal itu membuat kita menjadi sakit. Karena walau bagaimanapun, kita harus tetap menjaga tubuh agar tetap sehat.

Nah, segini saja yang bisa saya sampaikan mengenai macam hipertensi. Semoga informasi yang saya berikan bisa mengingatkan Anda untuk terus menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan Anda. Yuk, kita sama-sama sehat!

Salam,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s