[Review] Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990 (Novel)

IMG_20151231_131754.jpg

Yeay! Saya senang ketika adik saya membawakan titipan saya, novel berjudul Dilan. Memang kejadiannya tidak sekarang, tetapi saya ingat sekali waktu itu saya menantikan novel ini. Bukannya saya tidak mau beli, tetapi karena adik saya juga ingin. Jadilah adik saya saja yang beli, nanti saya pinjam. Hehe…

Saya penasaran sekali dengan isinya. Terlebih, novel ini sukses mencuri hati banyak manusia. Saya bersabar saja sampai si adik selesai membacanya, baru saya membaca. Dan benar, ketika saya baru membaca, selembar, dua lembar, akhirnya sampai habis, saya suka dan senang. Kadang sambil senyum-senyum sampai tertawa.

Dan kalau review ini terlambat, saya rasa tidak. Biar saja karena saya sedang ingin dan dibangunkan lagi dengan sebuah komentar pada tulisan saya kemarin desember kalau diminta mereview.Β Saya juga baru sadar, ternyata saya pernah mereview buku. Oh, begitu rupanya. Di awal tahun lalu, di sini.

Saya suka novel ini karena ceritanya yang mengalir. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dicerna. Ah, benar-benar mengerti sekali untuk menggambarkannya. Jalan ceritanya pun apa adanya, layaknya kehidupan sehari-hari kita tanpa dibuat-buat.

Sudut pandang orang pertama yang digunakan, untuk menceritakan masa lampau juga tak kalah seru. Seperti mengingat-ingat detail kejadian. Bahasanya juga anak muda banget, jadi siapa pun bisa mengerti. Cerita setebal 332 halaman ini bisa membawa kita dalam pemikiran dan sudut pandang berbeda tentang arti dan makna sesuatu, seperti keistimewaan dan cinta.

Sayangnya, kadang kita dibuat bingung dengan percakapan yang sedang terjadi karena Pidi Baiq, sang penulis tidak memberi keterangan siapa yang berbicara ketika sang tokoh sudah berbicara berdua. Hanya awalannya saja. Tapi itu bukan masalah besar, karena kalau kita akan tahu siapa yang berbicara.

Novel yang luar biasa ini kali pertama dicetak pada April 2014 dan pada Oktober 2015 sudah mencapai cetakan ke delapan belas. Wah, sungguh menyenangkan sekali karena ada lanjutannya juga, yaitu “Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1991”.

Kalau kalian belum baca novel ini, bacalah. Saya sudah baca dan saya suka. Simple, kan?

Advertisements

8 thoughts on “[Review] Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990 (Novel)

    • Ceritanya tentang seorang anak Muda benama Dilan tentang perjuangannya mendekati gadis bernama Milea yang kemudian mereka pacaran.

  1. aku juga penasaran dengan novel ini, pertama heboh di blognya Pidi Baiq kemudian novelnya terbit, Aku pikir “wow sampai dibikin novel? berarti seru banget.”

    sampai sekarang dilan sudah ada novel keduanya, sedangkan novel pertamanya pun aku belum punya. aku masih berburu seri drunkennya – pidi baiq.

    terima kasih reviewnya. ^^

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s