Dan Aku . . .

Beberapa minggu ini saya tidak bisa lepas dari yang namanya musik. Entah. Apakah karena papa saya, sayanya sendiri, atau adik saya yang berpengaruh. Yang jelas ketiga orang ini sama-sama suka musik. Dan hidup di antara orang yang suka musik, pastinya membuat penasaran besar tentang bagaimana musik itu yang sesungguhnya.Yang pertama adalah papa saya. Orang yang memang sudah terjun ke dunia musik dalam waktu yang sangat lama (iya lama, kan papa yang tertua wkwk peace papa) terbukti kiprahnya sudah membahana berkat keyboard.

Yang kedua, saya. Saya pernah belajarĀ main piano. Tapi lupakan, karena saya lebih memilih menulis tulisan ini daripada main piano. Dan saya pernah punya organ elektronik.

Yang ketiga adik saya. Nah, ini yang saya suka. Adik saya pada masa SMA tergabung dalam tim paduan suara di sekolah. Dan kini, saya tidak tahu apakah dia tergabung di tim paduan suara di kampusnya atau tidak.

Nah, begitu lah. Saya juga tidak tahu mengapa saya suka musik. Padahal pertama kali yang mengajari saya bernyanyi adalah adik saya. Saya ingat sekali, kami masih kecil entah umur berapa dan saat itu di siang hari, di tempat jemuran, tempat favorit saya, adik saya untuk pertama kalinya mengajarkan tentang nada dan bernyanyi.

Sebelumnya memang pernah diajari bernyanyi oleh orang-orang, tetapi yang berkesan dan saya ingat adalah adik saya. Karena itu keren sekali. Saya salut, dia masih kecil dan saya malah belajar darinya. Tapi saya tidak malu, karena itu adalah pelajaran berharga bagi saya dan selalu terkenang.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s