Ini Semua Takkan Sama

Entah mengapa rasanya saya ingin merajuk kembali, hanya untuk membingkai benang yang telah saya rajut menjadi sebuah gelang persahabatan bersamanya. Rindu yang teramat memang tak menjadi halangan untuk saya dapat kembali meniti langkah kebersamaan yang telah tersusun rapi dalam memori ingatan. Bahkan sejumput kebahagiaan tak mampu menggantikan semua yang telah kami lewati bersama. Kenangan seakan hanya bayaran seberapa manis kami telah menjahit masa depan bersama seolah kembali pudar ketika jalan hidup tak lagi berpihak pada penerangan bersama. Ingatan kembali memutar jalan hidup dan memberikan secercah kehangatan masa lalu.

Saya merasa sedikit tenang ketika sahabat menampakkan diri. Meski hanya lewat untaian kata yang singkat dan tak terlalu dalam, rasa ini seolah teduh kembali. Jika kami diizinkan kembali maka tak akan saya siakan kesempatan. Mengertilah mengapa kami begitu berbeda dahulu. Kami sering kali berkebalikan meski ada kalanya serius itu tetiba muncul tanpa berkata. Tak dapat dipungkiri bahwa penyejuk hati ini adalah sahabat yang teramat saya biasakan dengan perlahan. Waktu ini rasanya amat berbeda, dia kembali seperti sedia kala namun dengan lebih rentang waktu yang baik seolah tepat untuk saya menerima semuanya. Dalam pelan ini saya tahu bahwa ketika semua kembali, maka mereka juga tak akan sama.

Kedewasaan adalah baik. Begitu pula dengan rasa yang terbawa oleh arus waktu. Setelah tahu bahwa dia masih sama dalam perbedaan, hati ini seolah tak mau membiarkan rasa yang telah terbangun tergerus perlahan dan jinak dimakan waktu. Pergulatan ingatan di otak tak terbawa di batin, hanya untuk dirasa dalam pikiran dalam jangka waktu yang tak begitu lama. Bukan, rasanya tak ingin meledak pikiran ini malah terasa tenang karena jika hati telah tenang, pikiran pun kan semangat memulai hal baru.

Penantian dalam takdir adalah memori indah, sedang nasib untuk kita hadapi masih terasa panjang untuk dilakukan. Kami banyak mengukir lintas aktivitas pada masa lalu serta banyak mimpi yang kami bangun belum terjadi. Berbagai gerakan pada masa kini membuat kami sedikit terguncang seolah kami berorientasi pada apa yang menjadi harapan semula. Tak membuat sedih pada perasaan yang terbangun pada baru-baru ini. Hanya saja, kebiasaan baru seolah membuat kami seperti ombak yang kadang menghantam, kadang mendekat, dan kadang menjauh.

Perjalanan hidup tak semata tentang bahagia dan sedih, namun lebih kepada bersyukur agar kedua hal tersebut tidak membebani. Bukan untuk mendatarkan keadaan, namun karena kita perlu penyegaran. Seperti dalam persahabatan kami yang dinamis. Kami tak pernah sama, mungkin hanya dalam beberapa hal saja persamaan dapat ditemui. Namun tidak untuk semua aspek yang pernah kami jalani. Perbedaan itu terasa dari hari ke hari. Bertahun persahabatan kami tak pernah berdebat, hanya terasa gurih saja saat kami mempertahankannya. Kami hanyalah sahabat yang luar biasa, bagi saya karena persahabatan terindah yang membekas ini sangat membuat saya berwarna. Terima kasih, sahabat.

Salam dariku,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s