Suatu Malam di Alun-Alun

Kami berjalan menapaki alun-alun. Lama sekali rasanya saya tak berkunjung di alun-alun Blora. Kangen sekali. Angin sepoi-sepoi membelai pipiku. Rasanya damai malam itu. Kami hanya berjalan dan bercerita, berbalas sapa, dan sedikit menanyakan mengenai kegiatan kami beberapa tahun belakangan ini ketika kami sama-sama hampir tiada waktu untuk bertemu.

Berjalan berdua seperti ini bukanlah ingin saya. Jujur, yang saya inginkan adalah kami saling duduk berhadapan, bersenda gurau, dan saling berbalas kabar. Tapi semua itu saya sadari ketika menelisiknya lebih dalam lagi. Ada yang berbeda darinya. Tatapan itu masih sama. Meski saya tahu bahwa ada maksud berbeda dari raut wajahnya. Ya, saya tahu semua itu.

Entah karena saya yang tidak terlalu mengenalnya, entah dia yang terlalu mengenal saya atau bagaimana. Saya masih bisa melihat ada maksud yang tidak bisa terbaca oleh mata dan kata. Dia terlalu dalam untuk didalami. Dia terlalu misterius untuk bisa dimengerti. Bahkan karena golongan darahnya yang ada miripnya dengan saya, saya pun tahu bahwa dia punya maksud.

Dari penekanan kata yang dia ucapkan, semua tak terbaca oleh hati. Entah saya yang terlalu senang, entah dia yang tidak suka. Saya juga bingung. Seperti semua kata tak mampu mengungkapkan apa yang kami katakan malam itu. Suara keras, tidak tahu malu, tertawa bersama, lantang di depan mereka yang mematung melihat kami.

Malam itu semua terasa berbeda. Dia seakan memberikan waktunya untuk saya. Seolah kami tak bertemu dalam waktu yang akan lama. Padahal semua terasa sama saja. Dari perilaku dan perkataan. Dia hanya bersikap sama seperti dahulu. Hanya saja saat ini dia lebih manis. Lebih manis untuk mengetahui semuanya. Bahkan saya berpikiran yang lebih manis. Nyatanya, manis itu tak seberapa.

Tuhan tahu semuanya, ya. Tuhan tahu apa yang aku rasakan tentangmu dan kami. Semua hanyalah ilusi belaka. Semua semu. Semua tidak nyata. Hanya persahabatan kami yang nyata. Hanya perbincangan kita yang nyata. Tapi hati kita tidak. Dan di alun-alun ini, aku tahu sesuatu hal tentangnya. Bahwa persahabatan kami akan berlangsung lama.

Advertisements

One thought on “Suatu Malam di Alun-Alun

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s