Pengalaman Pertama Naik Blora Jaya

Hari ini adalah hari yang saya nanti-natikan. Yay! Akhirnya saya bisa pulang ke rumah naik kereta. Meski bukan pertama kali naik kereta, tetapi ini adalah pertama kalinya saya dari Semarang ke Cepu naik kereta. Senang sekali rasanya. Seperti mencoba hal yang baru. Lebay, ah. Haha.

Pagi ini, saya terbangun dengan keadaan yang bingung karena saya lupa kalau mau pulang kampung. Tiba-tiba saja teman saya sudah berada di depan rumah kost dan memakai pakaian rapi dengan menenteng sebuah tas. “Ya Salam, saya kan ada janji mau pulang naik kereta hari ini,” batin saya.

Pukul 06.18, kami tiba di Stasiun Tawang, Semarang. Saya sih tidak mengecek tiket karena tiket sudah dibaawa teman saya mengingat saya hanya ‘titip’, hehehe. Seharusnya kami berada di Stasiun Poncol mengingat teman saya beli tiket di Stasiun Poncol. Tapi karena kami bingung angkotnya dan kelamaan kalau naik BRT, maka pilihan termudah hanyalah Stasiun Tawang.

Keadaan Stasiun Tawang pagi ini memang sepi dan enak untuk diajak kompromi. Akhirnya kami masuk dan menunggu kereta. Karena sudah dua bulan tidak berkunjung ke stasiun, rasanya seperti pertama kali berkunjung ke stasiun. Di dalam hati, “Wah, ini begini. Ini kok tidak seperti itu. Ini kenapa begini. Kok ada yang begituan.”

Ya, sekitar empat puluh menit kami menunggu kereta. Maklum, kereta pertama menghampiri Stasiun Poncol yang berangkat jam 07.00 dan tiba di Stasiun Tawang jam 07.08. Kemudian kami mulai masuk kereta dan tara….! Kereta penuh, jadi kami terpaksa berdiri. Sedih rasanya, tapi ya inilah asyiknya, goyanan tidak terasa.

Saya pikir saya akan berdiri hingga tiba di Cepu, mengingat suasana di kereta sangat ramai meskipun tidak sesak. Tapi saya senang karena nyaman sekali di kereta ini meskipun saya berdiri. Ya, kereta Blora Jaya memberikan saya ruang gerak yang cukup banyak. Kesalahan saya pulang hari ini hanyalah, ini hari libur jadi kereta padat penumpang.

Pukul 07.33, kereta bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Tawang. Dan yeay! Akhirnya saya berdiri di kereta tanpa merasa pegal. Meski sesungguhnya saya bisa saja duduk di bawah, tapi saya tidak mau. Percuma dong, nanti ketinggalan pemandangan indah.

Saya tidak merasa pegal meski berdiri lama, hanya saja saya merasa telapak kaki saya panas. Huaa, tidak! Akhirnya setelah berdiri lama, kereta berhenti di stasiun Jambon. Saya masih berdiri hingga kereta tiba di Stasiun Kradenan. Akhirnya, duduk juga hingga tiba di Stasiun Cepu.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s