Yang Berharga Itu . . .

Setiap orang pasti memiliki barang berharga, termasuk dirinya sendiri yang merupakan aset yang sangat berharga dan bahkan lebih penting dari apapun. Saya sendiri juga merasa ada hal yang sangat penting dalam diri saya. Yang paling saya sayangi melebihi apapun. Dia selalu bersama saya, merupakan bagian dari tubuh saya. Lekat sekali.

Orang akan sangat menyayangi kulitnya. Kebanyakan orang akan memberikan perawatan terbaik untuk kulit. Ya, mereka sayang dengan kulit karena kulit adalah perantara pertama. Ketika kita salaman, maka kulit akan bersentuhan. Maka dari itu, orang akan melakukan apapun untuk menjaga kulit agar tetap bersih dan sehat. Beragam produk untuk kulit pun sangat ramai membanjiri iklan di televisi.

Saya sendiri juga setuju kalau kulit adalah salah satu aset berharga yang harus dilindungi. Namun setelah saya melewati banyak hal dan tentunya belajar dari praktik lapangan, saya menyadari sesuatu hal. Baru saja kemarin saya temui pasien dengan gangren di kakinya. Menyedihkan. Kakinya masih bisa bergerak, meski warnanya hitam dan sudah terbungkus perban pada telapak kaki hingga setengah lututnya. Tak habis pikir pada masa muda mengonsumsi makanan manis. Kini, ia terbaring lemah.

Pikiran saya melayang hingga muncullah ide untuk menuliskan tulisan ini. Masih tak habis pikir saya. Ya, hal tersebut menyadarkan saya bahwa kaki ternyata juga sangat penting untuk dijaga. Mengingat kita berjalan dengan kaki. Apapun yang kita perbuat akan sangat menyenangkan ketika kita mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kaki adalah aset yang berharga pertama yang membuat kita mampu merasa bebas.

Sedangkan saya sendiri, ada alasan mengapa saya menganggap bahwa kaki sangatlah berharga. Saya pernah terjatuh dan melukai kaki saya. Ingat sekali saya bagaimana rasanya ketika itu, kaki saya ‘kemeng’ selama satu bulan lebih. Ini membuat saya lebih berhati-hati dengan kaki saya dan harus menjaganya lebih baik lagi. Saya tak mau kejadian tersebut terulang lagi (cerita ini ada dalam blog tumblr saya dalam lain penjelasan, part 1, part 2, part 3).

Hal terpenting lainnya adalah telinga. Sebenarnya, telinga adalah aset saya yang paling saya sayangi melebihi apapun. Hal ini karena saya sudah berulang kali pergi ke dokter THT untuk memperbaiki telinga saya yang berati juga memperbaiki pendengaran saya.

So guys, sayangilah diri kita sendiri!

Salam,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s