Mengapa Rokok?

Apa yang dipikirkan orang ketika ia merokok? Nikmatkah? Atau membuat dirinya ketagihan, lagi dan lagi? Saya kurang mengerti mengapa orang bisa senag merokok, apalagi kalau sudah kecanduan. Saya bingung bagaimana menyadarkannya kalau sudah begitu. Ya, itu hak. Tapi hak macam apa yang mengizinkan seseorang untuk merokok? Sedangkan kita sendiri tahu bahwa rokok itu berbahaya jika dihirup, baik bagi yang menghirup maupun orang di sekeliling orang yang sedang menghirup rokok.

Pagi ini saya terkaget atas alasan yang saya dengar oleh orang-orang yang kecanduan rokok. Mereka memang tidak banyak memaparkan atas apa yang mereka lakukan, mereka hanya memberi alasan sederhana. Ya, saking sederhananya sampai saya bisa berpikir panjang atas apa yang mereka katakan. Bahkan mungkin pemikiran saya rumit untuk bisa saya paparkan jelas dan lebih banyak di sini.

Orang mungkin akan sensitif jika berhubungan dengan rokok. Memang tidak semua begitu, tetapi kebanyakan yang saya temui seperti itu. Seperti halnya fenomena merokok. Pernah saya ditanya-tanyai oleh beberapa orang teman tentang merokok. Saya katakan saja bahwa merokok membuat orang kecanduan. Lihat saja, banyak orang merokok. Saya yakin bahwa mereka sudah disadarkan oleh banyak orang agar tidak merokok alias berhenti merokok. Namun apa? Mereka membandel dan tetap menjalankan kebiasaan mereka untuk merokok. Karena mereka telah kecanduan.

Saya sempat mendapat cerita dari seorang teman online. Kebetulan dia adalah perokok. Dia sering meminta pendapat saya tentang cara untuk menghentikan kebiasaan merokok. Saya katakan saja padanya bahwa ia harus berhenti merokok dan tidak berdekatan dengan rokok maupun orang yang sedang merokok, takutnya ia terpengaruh dan mulai merokok lagi. Namun teman saya itu ‘ngeyel’ karena menurutnya, ia sudah mencooba menjauhi rokok namun ia belum menemukan cara yang tepat. Astaghfirullahaladziim, padahal usianya baru 27 tahun. Namun saya terus memberitahunya untuk berhenti merokok.

Orang yang merokok bisa kecanduan karena ada zat bernama nikotin yang membuatnya untuk merasakan hal tersebut lagi dan lagi. Padahal dari salah satu zat dalam nikotin ada dopamine. Zat tersebut yang akhirnya mempengaruhi otak untuk memberikan ‘kenikmatan sesaat’. Kenikmatan yang hanya diberikan saat orang tersebut menghirup rokok, bukan yang lain. Hal tersebut membuat otak harus bekerja keras untuk menyeimbangkan zat-zat kimia yang terdapat didalamnya. Ini yang bisa membuat orang depresi ketika tidak merokok sehingga ia ingin menghirup rokok agar dirinya bisa merasa rileks.

Alasan yang saya dengar pagi ini memang alasan umum, semua orang juga bisa membicarakannya. Hal tersebut mengenai keterpengaruhan. Kita juga tahu sendiri bahwa orang memiliki kadar terpengaruh. Seperti halnya kita dirayu, jika tertarik, maka kita akan termakan rayuan. Dan ketika ada orang yang menyodori rokok kemudian ada seseorang yang menyalakan dan menghisapnya berulang-ulang, dia belum bisa lepas benar dari rokok ketika ia masih menghisapnya. Ia akan terus kecanduan jika ia terus menghisap rokok.

Selain pernyataan di atas, dari pembicaraan yang saya dengar pagi ini, saya rasa orang-orang yang sedang membicarakan rokok tersebut juga dalam keadaan biasa. Mereka membicarakannya seolah merokok adalah kebiasaan biasa. Astaghfirullahaladzim, lagi-lagi saya termangu. Saya tertunduk sesaat ketika mereka mulai membicarakan bahwa ternyata anak-anak dari orang yang merokok tadi juga ikut merokok. Saya diam. Saya berpikir mengapa mereka tidak menghentikan kebiasaan buruk itu? Mengapa mereka membiarkan anak-anaknya dalam kondisi bahaya?

Ya, saya tahu bahwa tulisan ini hanya singkat dan minim. Tapi setidaknya, ada pernyataan dan pertanyaan yang saya masukkan di sini. Mengapa rokok? Para generasi penerus bangsa butuh orang-orang yang sehat, bukan orang yang sudah kecanduan zat kimia berbahaya seperti rokok. Sadarkanlah orang-orang di sekeliling kita agar berhenti merokok.

Salam,

^_^

Advertisements

18 thoughts on “Mengapa Rokok?

  1. Saya dulu juga merokok, bisa dibilang kecanduan (?) karena tiap habis makan biasanya ngerokok, kalo mau nulis harus sambil ngerokok, sendirian di kamar ngelamun ngerokok juga. Tapi untung udah berhenti haha.. Sepertinya yg bikin orang merokok terus bukan karena kecanduan tapi karena kebiasaan. Lagi nongkrong bareng teman sering dikasih rokok akhirnya jadi kebiasaan. Begitu juga kalo lagi nulis, karena kebiasaan merokok sambil nulis jadinya ada yg bilang gak bisa nulis kalo gak ngerokok, intinya kebiasaan aja sih, bukan kecanduan kalo menurutku. Karena ngerokok gak ada efek seperti ganja atau narkoba. Nah itu baru dibilang kecanduan. Haha 😁

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s