Raga yang Terpendam

Pandanganku tak pernah luput dari kerasnya hatimu. Serasa aku ini menghantuimu dalam tenang. Kugoreskan kembali beberapa kenangan yang telah kita lalui. Selalu aku melihat bagaimana peringaimu di depanku selama ini. Kuingat rautmu hingga berjerih per kata selalu kuteliti.

Ombak kata yang selalu kau hempaskan adalah kekuatanku. Semua itu selalu terekam dalam memori. Menjadi sumber jeritan ketika aku rapuh.

Bersenandung mesra di dalam jelajah ingatanku. Mengalir manja, mengalun jejak, mengukir rindu.

Karena kau. Kau adalah raga yang terpendam.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s