Berbicara Dalam Diam

Anda pasti pernah mendengar kata-kata ‘jika diam berarti mati’. Ya, saya pernah mendengarnya melalui seseorang yang memiliki motto hidup kurang lebihnya seperti itu. Sangat dalam untuk dimaknai. Kata-kata tersebut akan menusuk, jika Anda adalah seorang pendiam. Pasti. Selain itu, bagi orang yang pasif dan juga kurang suka akan hal-hal yang menurutnya memalaskan, maka diam akan menjadi hal yang patut dipikirkan. Terlalu banyak definisi diam untuk bisa diartikan menurut penggunaannya. Benar saja, menurut KBBI, diam adalah (v) tidak bersuara (berbicara),  tidak bergerak (tetap di tempat), dan tidak berbuat (berusaha) apa-apa. Penggunaannya tergantung kondisi, karena diam memiliki tiga arti yang semuanya sama, intinya tidak bergerak dalam artian pergerakan tersebut adalah pergerakan yang dapat dilihat dengan mata telanjang.


Seperti halnya saya yang dikenal sebagai pendiam. Tapi jangan salah, meski saya pendiam, saya sudah masuk ke bermacam organisasi kampus, meski hanya sekedar unit kegiatan mahasiswa. Bahkan ketika saya SMA, saya adalah dewan ambalan (pramuka). Saya tidak mau kalah dengan teman saya yang pandai berbicara. Masuk ke organisasi, bagi saya adalah sebuah keasyikan tersendiri. Didalamnya, saya dilatih untuk tidak diam, aktif berinteraksi, bersosialisasi, dan berpikir kreatif. Jadi, ada hasil tersendiri yang saya dapat dari berorganisasi itu. Meski saya masih diam, bukan berarti saya tidak berpikir. Saya berpikir dalam diam. Terkadang, pikiran itu terlintas dalam berbagai persoalan yang menggulat dan menggeliat di alam otak sehingga terkesan seperti orang bingung atau kurang fokus. Diam saya bukan berarti saya hanya duduk melihat, tetapi duduk berpikir.

Seorang yang pendiam pasti memiliki alasan. Berbagai pemikiran bisa muncul tiba-tiba kemudian seseorang memilih untuk diam memikirkan hal tersebut. Ada orang yang seperti itu. Tentunya, dengan alasan lain yang muncul seperti, ‘aku ingin memikirkan ini sendiri dulu,’ ‘aku ingin mencari tahu ini sendiri dulu,’ ‘aku akan mencoba menyelesaikannya sendiri,’ ‘aku akan mencari jalan menemukannya sendiri dulu,’ ‘belum saatnya orang tahu,’ ‘ini rahasia,’ atau ‘aku lelah berdebat.’ Ya, ada alasan-alasan kecil atau bahkan sepele yang bahkan kita sendiri kurang meyakini hal tersebut. Mungkin. Sekali lagi, tidak setiap orang memiliki pemikiran yang sama sehingga kita harus bisa menempatkan diri, mempelajari satu sama lain, dan memahami antarsesama manusia. Hal tersebut akan membuat posisi kita bergerak sedikit (tidak diam).

Saya sendiri sempat bingung atas diam yang melanda diri saya. Terkadang saya merasa bahwa diam merupakan masalah. Dan ya, benar. Saat ini saya merasa bahwa diam ini adalah masalah. Terbukti ketika di hari pertama PKL RS, saya dikira ngantuk. Padahal saya serius mendengarkan dan mencerna apa yang sedang dibicarakan oleh pembimbing. Padahal sebenarnya kepala saya pusing, ah. Entahlah. Terkadang saya merasa pusing. Mungkin karena telalu lama diam atau terlalu serius mendengarkan? Saya yang merasakan. Tetapi terkadang saya juga bingung. Entahlah.

Seharusnya Anda bisa berbicara dalam diam. Karena diam menyimpan sejuta rahasia. Diam adalah sesuatu hal yang hampa. Bahkan kita sendiri kadang tidak menyadari bahwa diam membuat sebuah masalah baru. Ketika diam, maka orang akan bertanya mengapa kita diam. Sebenarnya diam menyimpan sejuta teka-teki yang harus dipecahkan. Diam adalah hal yang membuatmu terpaku hingga terbang entah ke mana.

Jauh di dalam lubuk hati saya, tak ingin sekali saya diam. Jujur, itu menyiksa saya. Ah ya, jika saya merasa begitu, maka akan ada orang yang merasa hal lain. Kemudian, apa yang kau rasakan, pembaca?

Advertisements

3 thoughts on “Berbicara Dalam Diam

  1. Diam, bagi saya diam bukanlah suatu yang hampa, yang saya alami diam adalah salah satu cara untuk membuat kita dan lingkungan sekitar berfikir, tergantung bagaimana kita menempatkannya.

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s