Melihat Bisnis Konfeksi

Konveksi adalah pergerakan molekul pada fluida dan rheid. Eh, apaan sih, saya kan mau bahas konfeksi pakaian, artinya adalah pakaian yang dibuat secara massal. Sekarang, industri konfeksi sudah merajalela.

Bisnis atau industri konfeksi berarti perusahaan pakaian jadi. Karena produk unggulannya berupa pakaian, bukan berarti konfeksi tidak membuat aksesoris dan perlengkapan lain.

Di kota Blora sendiri sebenarnya konfeksi yang bagus tersebar, seperti di Kecamatan Jepon, Cepu, atau Ngawen. Saya pernah memakai hasil dari salah satunya, yaitu yang di Cepu, hasilnya memang ‘wow’.

Bisnis konfeksi sebenarnya tidak merugikan karena bisa dimulai dari modal kecil, yaitu bermodalkan dua atau tiga buah mesin jahit. Proses produksinya pun dilakukan secara keseluruhan oleh tiap-tiap operator mesin jahit.

Penyebaran akan bisnis konfeksi itu sendiri harusnya dilakukan secara maksimal agar dikenal oleh masyarakat luas. Saya dan teman saya mengakui bahwa bisnis seperti itu di kota saya belum begitu canggih tentang cara penyebaran informasinya. Selain itu, masih digunakannya oleh sekolah atau instansi tertentu membuatnya belum terlalu terkenal. Padahal sebenarnya kualitas bagus dapat ia berikan. Hanya karena kurangnya informasi, ia jadi kurang dikenal. Yah, kan sayang.

Karena di era global ini yang paling penting adalah penyebaran informasi, maka saya rasa jika sebuah bisnis konfeksi belum bisa menyebarluaskan informasi tentang dirinya secara maksimal, maka ia belum bisa bersaing. Maka, promosi akan menjadi bagian penting dalam hal ini.

Berbeda dengan Konfeksi Semarang, seperti Muslimax clothing yang beroperasi sejak 2009 ini sudah memiliki tenaga profesional dan berpengalaman yang ahli dibidangnya. Selain itu juga sudah digunakan oleh individu, perusahaan besar, pesantren, dan universitas.

Untuk memesan kaos, kita harus memperhatikan target konfeksi kita. Maksudnya kita harus tahu produksi yang dihasilkan dari konfeksi tersebut bagaimana, yaitu kualitasnya, baik kualitas bahan, jahitan, bordir, ataupun sablonnya.

Advertisements

39 thoughts on “Melihat Bisnis Konfeksi

  1. setuju sama Maschun, sebetulnya tiap daerah berpotensi banget bikin industri konfeksi yang khas sesuai ciri daerah masing-masing ya.. plus bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar 🙂

    • Kalau konfeksi kan terbatas.
      Kalau garmen engga terbatas trus garmen itu pengerjaannya dipisah gitu, ada yang motong sendiri, jahit sendiri gitu (yang ngerjain beda).
      Konveksi kan satu orang ngerjain sampe selesai gitu.
      Beda..
      hehe gitu kan.. 😀

  2. iya sayang ga dikenal,
    dikenalpun ada kemungkinan untuk merosot seperti usaha konveksi Ibuku yang berbentuk Butik, tapi masih jalan buat bantu keuangan

    OOT
    mungkin akan lebih seru kali ya kalau perusahaan konveksi menjelaskan proses gimana bisnisnya sampai sukses supaya menginspirasi

    plus adanya opini dari penggunanya
    plus keterbukaan soal harga, soalnya aku mendapati beberapa perusahaan tidak menyebutkan berapa rupiah, entahlah kenapa mungkin karena takut tersaingin
    padahal mah rezeki ada aja si

    semoga ga ada yang tersinggung dan sebel hehe peace yaaak

    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

  3. Yup, kualitas memang harus nomer satu selain juga kecakapan dalam hal promosi. Kalau kualitas menunjang, bia diyakini bisnis itu bakal bertahan terlebih dengan patokan harga yang relatif lebih murah 🙂

  4. Dengan banu=yaknya tulisan yang membahas tentang bisnis konveksi, maka bisnis konveksi sedikit banyak sudah terbantu dengan adanya promosi cuma-cuma yang kita lakukan. Semoga dengan begini kedepannya usaha konveksi bisa semakin berkembang dan banyak peminatnya.

    @bahruladitya

  5. Iya promosi itu memang penting, dalam hal ini pemerintah daerah harus memberikan dukungannya agar nantinya usaha-usaha ini bisa berkembang mandiri.

    Konfeksi di daerah kan harus lebih gencar promosinya di banding dengan yang di kota

  6. Wah, mau bisnis konvesi ya kak. Di Jakarta udah banyak banget industri konfeksi. Peminatnya juga banyak. Tapi ya gitu, terkadang ada yang suka ‘bandel’. Hehe. Saran dikit kak, biar laku keras, utamakan kualitas ya.

    Semoga sukses bisnisnya, kak. 🙂

  7. Bisnis konveksi memang bagus, kok. Apalagi kalau bukanya di tempat-tempat yang deket universitas atau sekolah-sekolah gitu. Pasti laku deh. Memang “promosi” itu salah satu hal pokok penting dalam menjalankan bisnis, agar bisnis dapat dikenal banyak orang. Okee, sukses ya sama bisnisnya. 🙂

  8. bisnis konveksi menjadi lebih menarik manakala diberikan branding yg kuat, dan tak jarang bisnis konveksi di sematkan unsur kedaerahan shg menjadi khas daerah tersebut

  9. waduuuh, berat abis postingannya aku sampe nggak ngerti soal begituan hehehe…tapi bisnis konveksi memang menjanjikan ya..apalagi empunya sudah tahu seluk beluk konveksi. cemunguth yahhh!

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s