Percakapan yang Terhenti

Pagi yang cerah menuntunku ke kampus, entah mengapa. Mentari menyapaku dengan senyuman khasnya. Dengan sedikit gemetar, saya masuk ke ruang dosen untuk mencari dosen pembimbing KTI. Tak mendapatkan hasil, saya beristirahat di loby kampus. Seorang teman menghampiri saya. Kami pun bercakap sejenak.

“Aku lihat blog kamu tiap post ada komentarnya,” kata seorang teman.

“Oh,” jawabku. (Dalam hati : stalkingnya bos, ngeri) Hening sejenak menghantui kami.

“Oiya, kamu ikutan komunitas apa aja, sih? Ada tiga, ya?,” tanyanya.

“Empat,” jawabku. (Dalam hati : mesti pengen melu iki, hahahay)

Kemudian kami bercakap sejenak mengenai salah satu dari komunitas tersebut. Benar dugaan saya, dia sudah mendaftar pada salah satunya.

“Kamu update blog tiap hari, ya?,” katanya.

“Iya,” jawabku.

“Gila… Inspirasinya dari manaah,” kata teman saya.

Percakapan kami terhenti karena teman saya dihampiri oleh teman lain yang akhirnya membawanya pergi entah ke mana.

Jadi, seandainya teman saya tidak dihampiri dan langsung pergi, saya ingin bercerita bahwa tema obrolan kami bisa menjadi inspirasi untuk menulis. Kalau menurut saya malah bisa menjadi sebuah cerita menarik. Saya bisa membuatnya karena saya merasakannya, saya kaget bukan kepalang dihampiri secara tiba-tiba, jadi tak karuan. Alasan lain karena lawan bicara saya teman cowo.

Karena inspirasi bisa datang dari mana saja. Saya jadi teringat pada perkataan Bernard Batubara, bahwa dia banyak menemukan inspirasi ketika dia berada di jalan, sedang menyetir motor dan menggunakan headset. Saya pun pernah merasakannya. Tiba-tiba banyak inspirasi cerita dari situ.

Misal saya jadi terinspirasi menulis cerita tentang seorang yang tersesat di jalan, dia ditemukan oleh seorang yang baik hati dan merawatnya hingga menjadi orang sukses. Tetapi ketika ia sudah sukses, ia tak dapat menemukan orang tuanya karena orang yang membawanya merana sudah tiada dan tak ada orang yang tahu (ya ini ide novel di draft saya sebenarnya, terinspirasi saat di jalan, hhahaha).

Saya juga setuju mengenai pernyataaan “Menulislah, maka inspirasi itu akan datang”. Pernyataan ini saya temui saat ada pelatihan menulis, sebutlah Kampus Fiksi. Selain itu, Bernard Batubara juga mengatakannya.

Sumpah, saya ngakak waktu mau nulis ini. Dan kalau misal dia membaca, yah apa boleh buat. Semoga dia tahu jawabnya melalui tulisan ini. Hahaha.

Salam,
^_^

Advertisements

4 thoughts on “Percakapan yang Terhenti

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s