Renungan Siang Bersama Bensin

Siang ini aku melihat bensin. Aku tak tahu kemana pikiranku karena lapar dan haus. Jika aku membeli bensin itu kemudian kuminum, maka sang penjual akan keheranan.

Bensin  adalah benda yang mudah terbakar. Dan itu akan terjadi jika ada api. Begitu pula dengan tanah, bisa terbakar jika ada bensin. Kemudian aku membayangkan sebuah kebakaran kecil di hutan. Tanah juga terbakar pada saat itu. Kulihat kulitku. Manusia juga terbentuk dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Manusia juga bisa terbakar. Jika diberi bensin maka apinya akan menjalar. Tapi tanpa diberi bensin pun manusia juga bisa terbakar. Jadi teringat saat ada mayat dibakar, ketika yang dibakar adalah suami atau istri seseorang yang satunya masih hidup, untuk membuktikan bahwa dia benar-benar sayang maka dia ikut juga dibakar. Dan akhirnya terbakarlah keduanya.

Manusia berasal dari tanah. Tanah warnanya coklat. Tapi manusia kulitnya berbagai macam warna. Ada yang putih, kuning, dan coklat. Warna yang dihasilkan tersebut berasal dari sumber bernama pigmen. Ah ya, kalau kulit terbakar pasti akan berubah warna.

Saya jadi teringat kejadian beberapa belas tahun yang lalu ketika saya kecil. Saat itu saya sedang bermain kembang api. Bukannya saya mau atraksi, tetapi yang namanya anak kecil itu coba-coba. Sesaat setelah kembang api menyala, jari saya terbakar kena api. Sakit rasanya.

Ya begitulah, namanya juga terbakar. Manusia tanpa diberi minyak atau bensin pun juga bisa terbakar.

Sekian.
Salam,
^_^

Advertisements

31 thoughts on “Renungan Siang Bersama Bensin

  1. Sebenernya ini renungan tentang ‘terbakar’ ya, yang awalnya ngebahas bensin…

    Iya manusia terbuat dari tanah, seharusnya sesama tanah gak boleh saling nikung.. tapi kenyataannya sesama manusia banyak yang saling nikung buat ngerebutin ‘sesuatu yang juga berasal dari tanah lainnya’, ujung-ujungnya bisa aja saling bakar-bakaran.

    ah, dasar…

    • Iya, idenya dari terbakar, berawal dari ngeliat bensin.
      Bener tuh, harusnya kan saling damai antarsesama manusia agar tidak ada kejadian bakar-membakar..

  2. Manusia terbakar karena api. Lagis, sih. Tapikan kalo tanah dibakar bisa jadi gosong.

    Sepertinya dirimu harus hati2 kalo main api. Gue sering dimarin sama nyokap gara2 main api di mulut. Padahal itu cuma main..

    • Warna tanah berbeda, sih. Ada yang coklat, ada yang hitam. Tapi iya juga sih kalau dibakar jadi gosong.

      Memang, jangan main api. Jangan deket-deket sama api, lah. Orang masak aja sama api ngga deket banget, kan.

  3. gue baca berkali-kali

    yang gue tangkep malah ini “Jika aku membeli bensin itu kemudian kuminum, maka sang penjual akan keheranan” -_-

    yah, api sih emang panas dan bisa membakar
    tapi kl dipake dengan bijaksana pasti berguna, percayalah

  4. Coba bensinnya diminum, lalu dibakar di dalam mulut. Lalu ambil ikan mentah ato ayam mentah, langsung ditelan aja. Jadinya pas nyampe diperut udah jadi ikan bakar dan ayam bakar dini. Wah, jadi simpel sekali ya, gak perlu repot 🙂

    • Wah, mengerikan beritanya. tegaa.
      Aku post ini juga gara-gara disiang hari yang panas, haus, dan lapar aku melihat bensin. haha. 😀

  5. ini apa sih -_-
    setau gue yang kamu paparkan ini emang faktanya gitu, nggak mesti direnungin. tapi nggak papa lah, daripada ngelamun nggak jelas, mending berfikir haha..

    klau di perpanjang lagi dan di gali lagi mungkin idenya bakal berkembang..

  6. Manusia emang bisa terbakar walaup tanpa bensin, lihat pacar jalan sama cowok/cewek lain aja manusia bisa terbakar. Terbakarnya tidak hanya diluar tetapi di dalam juga ikut terbakar. 😦

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s