Mimpi Belaka

Begitu mempesona saat aku mencurahkan isi hati yang sebenarnya belum terlalu kelu untuk diungkapkan
Tapi entah mengapa mereka membelengguku panas seakan aku tak boleh masuk
Dan ketika aku sudah berada di luar dengan kasar dan seenaknya mereka masuk begitu saja
Bukannya aku tak mau, tapi mereka terlalu memaksa dan tidak melihat keadaan
Jika mereka berada di posisiku, mungkin mereka akan merasakan hal yang sama
Meski sulit menentukan sebuah pilihan dalam penerjangan angan dalam belenggu
Ah mungkin hanya sementara karena angan tak luput dari rasa yang tak padam
Hingga aku berjalan lepas ke arah hamparan pasir yang mesra memelukku
Hingga mereka mengerti bagaimana rasanya disinggahi perasaan manis tanpa rasa
Mungkin itu adalah analisis palsu mereka dengan jaringan-jaringan panas membara
Tapi aku tahu, semua itu hanya mimpi belaka

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s