Siraman Hati

Mereka mengolok hasil kerja kamu yang begitu mengerikan. Padahal kamu sudah membuatnya lima malam berturut-turut. Mereka tak tahu rasanya hari tanpa kantuk. Yang kamu tahu hanya kerja, kerja, dan kerja. Tapi yang mereka tahu malah sebaliknya. Masih dengan tudingan berat.
Logika yang berpadu dengan laguku yang terus membasahi nurani serta pegangan jiwa  hanya mampu tertunduk pasrah ketika kamu mengayunkan tangan untuk maju melihat keadaan yang sebenarnya. Jika dibanding dengan mereka yang tak ayal adalah kambium bagimu.
Mengerikan betapa kau mengerti bagaimana perasaan mereka yang sesungguhnya pada hari yang lelah. Hingga suatu saat mereka pergid meninggalkanmu. Tanpa tahu yang sebenarnya.
Karena kamu adalah cahaya hati yang terbelalak ketika sada maka seharusnya bisa terjadi.
Memperdalam makna demi tujuan semu akan menghasilkan diligensi yang tidak baik. Mereka harus dibasuh dengan siraman hati yang tak sedikit.

Advertisements

2 thoughts on “Siraman Hati

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s