Diantara Kalian [Part I]

Bayangkan ketika Anda sudah masuk ke suatu tempat yang aromanya tidak menentu, dekat dengan kaca, bersebelahan dengan orang yang sebelumnya tidak kita kenal, berhimpitan dengan ruang seadanya, berkontaminasi dengan fasilitas seadanya, dihimpit keadaan yang serba sederhana dengan kondisi yang kurang layak. Apakah Anda akan merasa nyaman? Belum tentu. Bisa jadi Anda malah merasa gerah, bosan, dan segera ingin keluar. Begitu pula yang saya rasakan ketika saya menaiki angkot maupun bus umum. Terlebih jika kondisi angkot dan bus umum tersebut kurang layak jalan atau bahkan memang sudah tidak layak jalan dan harusnya dipensiunkan saja.

Angkot dan bus, riwayatmu kini sebagai alat transportasi agaknya sekarang makin ditinggalkan. Ini bisa dilihat dari jarangnya angkot yang lewat serta penumpangnya. Layaknya sebuah musim, angkot dan bus telah menjadi barang yang tidak bisa ditebak. Terlebih dengan naiknya harga bbm yang makin menyudutkan supir angkot jika sedang sepi penumpang. Tarif yang dipatok pun mau tak mau harus mengikuti perkembangan zaman dengan segala risiko yang harus ditanggung. Sebenarnya dampak kenaikan bbm sudah berimbas pada angkot dan bus. Ini terlihat dari waktu tenggang antarangkot yang satu dengan yang lain, jumlah penumpang, cara supir angkot ngetem (berhenti menunggu penumpang), serta bagaimana cara supir memperlakukan penumpang. Semua unsur akan kita ketahui dengan jelas ketika kita sudah sampai di dalam angkot, duduk, dan menikmati keadaan yang disajikan secara terang-terangan oleh si pengemudi angkot tersebut.

Angkot dan Bus

Angkot adalah sarana transportasi dengan penumpang terbatas (berkisar antara sepuluh hingga dua belas orang). Angka tersebut bisa kurang bisa lebih, tergantung juga dari ukuran tubuh penumpang. Yah, tapi bukan ini yang akan saya bahas. Saya melihat bahwa masih banyak angkot yang kurang layak jalan masih dipakai. Entah apa motifnya, mungkin karena sang pemilik masih sayang atau karena masih ada surat jalan, atau malah karena memang sang supir nekat? Saya kurang tahu.

Bus adalah sarana transportasi yang terbagi menjadi tiga, yakni bus ukuran kecil, tanggung, dan besarr. Wah, seperti botol minum saja, nih. Tetapi memang benar bahwa bus ada tiga macam seperti yang saya tuliskan. Bus kecil adalah bus yang memiliki satu pintu di samping kiri (pintu besar) dan dua pintu di depan (kiri dan kanan tempat supir). Saya rasa tidak perlu dijelaskan panjang lebar akan hal ini.

Selama ini angkot dan bus merupakan sarana transportasi yang merakyat. terutamanya adalah angkot. Karena angkot merupakan mobil kecil. Bisa kita lihat salah satu sarana yang sangat menguntungkan bagi masyarakat desa (utamanya yang berada di pegunungan) adalah angkot. Meski angkot tersebut jarang lewat, masyarakat tetap menunggu kehadiran angkot untuk membawanya ke tempat yang ingin mereka tuju (biasanya ke jalan raya besar).

Sedangkan bus umum sendiri merupakan sarana transportasi yang jarang saya temui jika saya berpergian ke desa yang berada di gunung dan juga desa-desa kecil lainnya. Mungkin karena bus menjalankan sesuai fungsi, yakni antar kota dalam propinsi. Angkot juga merupakan sarana transportasi antar desa dalam kota. Jadi wajar jika Anda belum menemukan angkot antar kota, hehehe.

Keadaan Angkot dan Bus Saat Ini

Maraknya sarana transportasi bus rapid trans (BRT) tidak membuat angkot dan bus umum punah. Mereka masih tetap ada dan menjalankan fungsinya untuk melayani masyarakat yang akan berpergian. Namun kondisi bus dan angkot yang saat ini membuat saya geleng-geleng, bahkan berpikir dua kali jika ingin menaiki salah satu diantara mereka.

Kondisi angkot dan bus umum yang ada saat ini adalah peninggalan bus zaman dahulu yang kondisinya kurang layak jalan. Tak jarang kita menemukan orang yang menggunakan masker, sarung tangan, dan jaket saat berada di dalam bus. Hal ini karena kondisi mengenaskan dari angkot dan bus itu sendiri. Entah apa motif dari sang pemilik bus hingga mengorbankan kenyamanan penumpang. Sungguh mengenaskan.

. . .

Bersambung . . .

Advertisements

2 thoughts on “Diantara Kalian [Part I]

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s