Kekesalan yang Seketika

Berjuta gaya di hadapanku kau titipkan kembali. Aku menilik sebelah mata mana yang ada di belakangmu. Tapi kamu hanya bergerak maju mundur tanpa memperhatikanku. Semua melihatku. Kamu tetap pada posisimu dan membuatku kebingungan. Aku mundur beberapa langkah dan memejamkan mata, berharap keadaan tersebut akan berubah,

Semua memandangku dengan tatapan aneh. Mungkin mencerca atau malah menertawakan diam-diam. Aku semakin bingung karena keadaan ini belum berubah, kamu masih dengan posisimu seperti tadi tanpa menghiraukanku. Bukannya aku tak mampu mengendalikanmu, tetapi aku hanya ingin berusaha untuk mengertimu.

Sepertinya kekesalanku sudah hampir memuncak. Aku memukulmu pelan karena yang lain sudah menunggu. Tapi kamu malah bertingkah seperti tadi tanpa henti. Lalu apa salahku? Aku hanya ingin mengerti keadaanmu, tetapi kamu malah tidak ada reaksi dan masih bersikap sama.

Oh, mesin ATM, jangan membuatku malu karena aku tidak tahu di mana letak kerusakanmu. Kemudian aku pergi dengan sebal meninggalkanmu.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s