Sudut Perasaanmu

Kamu berkelana luas mengelilingi ruang hampa. Di sudut kiri kananmu hanyalah gelap. Hari masih siang. Namun kau belum dapat melihat apa yang ada di depanmu. Pak tua itu mengunjungimu secara tiba-tiba dan menyerahkan beberapa ikat bunga. Kamu termenung karena dapat melihatnya padahal sama sekali di sekelilingmu tak ada seberkas cahaya yang dapat membantumu untuk melihat.

Kamu berlari terengah-engah menuju sebuah tempat yang di dalamnya bisa untuk bersandar dan sekedar menuangkan isi jiwa. Terperangah dengan semua keajaiban malam yang menyertaimu dibalik runtutan jeruji ingatan dan membuatmu terisak manja di tengah heningnya pagi.
Membuta pilu pada sebuah keadaan nasib belanga di ambang pintu yang akan ditutup. Dengan langkah maju dan pasti kamu berpaling pada mereka yang kesakitan memanggil namamu. Sudut matamu sudah terpaku pada sebuah jenis kelalaian pada syaraf otak. Kamu hanya bisa menyerukan agar mereka bisa diam dan berkonsentrasi.
Mereka terus menjerit dan kamu hanya menggeleng untuk sekedar menutup luka pada otakmu. Memberikan instruksi tegas agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan keadaanmu saat ini. Padahal kamu tahu, semua itu hanya fiktif belaka.
Advertisements

2 thoughts on “Sudut Perasaanmu

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s