Antara Suka, Suka Aja, dan Suka Banget

“Kamu suka naik gunung?,” tanya seorang teman kemarin ketika sedang ada perkumpulan mahasiswa di hari minggu pagi yang cerah.

“Emm gimana ya.. Suka sih,” jawab saya sedikit ragu.

“Suka banget, ya?,” tanya yang lain.

“Suka tapi ga suka banget,” jawab saya lagi.

“Oh.. Suka aja, ya?,” timpal yang satunya.

“Ehh.. Iya. Suka aja. Ga suka banget,” jawab saya kemudian sambil tersenyum.

Perhatikanlah kata-kata di atas. Untuk pengungkapan rasa suka yang tidak berlebihan, teman saya memberikan imbuhan ‘aja’. Zaman sekarang memang banyak orang yang memakai kata ‘aja’ sebagai imbuhan yang mereka anggap pas untuk menggambarkan sesuatu yang mereka anggap sudah cukup.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, saja (kata kerja) bisa berarti banyak hal, yaitu 1. melulu (tiada lain hanya; semata-mata), 2. juga; pun (untuk menentukan tidak tentu), 3. selalu; terus-menerus, 4. seenaknya; sesuka hati, 5. lebih baik (sebagai anjuran), 6. sekali (sebagai penegas).

Pemakaian Kata Haruslah Sewajarnya

Melihat fenomena kata zaman sekarang, banyak kata yang terkesan ‘lebai’ yang digunakan dalam percakapan sehari-hari sehingga maknanya kurang pas atau bahkan ambigu. Lihatlah betapa mereka senang menggunakan kata tersebut padahal sebenarnya tidak memenuhi kaidah penggunaan bahasa yang baik. Termasuk pula dalam penggunaan kata ‘saja’ ini.

Memang jika kita menggunakan bahasa lisan akan terkesan belepotan kalau kita tidak terbiasa menggunakan tata bahasa yang baik. Penggunaan kata ‘saja’ dalam kalimat lisan dapat diartikan berbagai macam jenis, misalnya seperti yang saya sebutkan tadi, yakni cukup. Ini dapat dibuktikan dalam kondisi percakapan berikut :

A : “Mbak, rotinya dua saja.”

B : “Dua, mas?”

A : “Iya, dua saja.”

Contoh percakapan di atas merupakan penggunaan kata ‘saja’ yang mengacu pada arti cukup. Sebenarnya pada percakapan di atas, penggunaan kata ‘saja’ dapat dihilangkan. Namun sepertinya orang lebih senang memakai imbuhan kata ‘saja’.

Kata ‘Saja’ yang Dipakai

Saya terkekeh beberapa bulan lalu saat mengunjungi sebuah kedai susu di Semarang. Saya tidak kaget, namun penggunaan kata ‘saja’ lah yang mampu membuat saya tersenyum. Rupanya penggunaan kata ‘saja’ tersebut untuk membedakan menu yang mereka sajikan.

Ada susu yang gede aja dan ada susu yang gede banget. Ya, saya mengerti maksudnya. Kalau di bensin bisa disebut premium dan petamax (ada juga yang menggunakan istilah ini pada salah satu kedai susu di Semarang).

Namun saat ini, kita sering mendengar istilah kata ‘saja’ ini yang banyak dipakai cenderung mengacu pada arti cukup (dalam percakapan). Sudah jarang saya mendengar kata ‘saja’ dipakai sebagai anjuran maupun seperti arti kata dalam KBBI.

Harapan Untuk Kata ‘Saja’

Saya ingin kata ‘saja’ ini dipakai dengan semestinya yang sesuai dengan arti yang sesungguhnya dan bukan untuk dilebih-lebihkan. Hanya itu saja, semoga semuanya bisa sadar.

Salam,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s