Penyetaraan itu Tak Sekedar Kenormalan

Terhempas saya ketika mengunjungi tempat tersebut. Hati saya hancur. Mendadak kaku dan speechless. Rasanya sudah ingin menangis kemudian memeluk mereka satu persatu. Begitulah yang saya rasakan beberapa bulan lalu mengunjungi sebuah panti cacat ganda yang berada di Semarang bersama teman-teman komunitas.

Masih banyak anak yang perlu perhatian khusus. Mereka membutuhkan lebih dari sekedar makan, tetapi kasih sayang dan perlakuan lembut layaknya ibu kandung. Maklum, di panti yang saya kunjungi tersebut banyak anak yang ditemukan di pinggir jalan atau hasil dari razia satpol pp.

***

Orang yang difabel masih punya kesempatan untuk berkarya, bekerja, berbagi cerita, berbagi ilmu, dan berbagi inspirasi bagi banyak orang. Kita sebagai orang normal tentu senang jika melihat sesama bisa saling bertukar cerita tentang kesuksesannya masing-masing, tak pandang bulu. Seseorang yang bisa bermanfaat bagi banyak orang tentu akan mendapatkan posisi yang baik.

Kreativitas seseorang tidak bisa diukur dari luar. Begitu pula dengan penyandang difabel. Mereka bisa berimajinasi lebih dari apa yang kita bayangkan. Banyak bukti yang dapat kita temukan, seperti jika kita menonton tv sekarang banyak diangkat kisah orang difabel yang sukses dan bermanfaat bagi banyak orang, terutama bagi sesamanya.

Kini, lihatlah orang difabel yang (mungkin) ada di sekitar kita. Mereka pasti mempunyai keinginan besar untuk bisa setara dengan orang-orang normal. Mereka pasti punya tekat kuat agar hal tersebut dapat terwujud.

Dengan adanya sekolah luar biasa (SLB), orang difabel bisa belajar formal layaknya orang normal meski dengan metode yang berbeda. Mereka menjadi memiliki kesempatan untuk bisa setara dengan orang normal. Seperti yang saya dengar ketika ada seorang kepala sekolah luar biasa membacakan puisi hasil karya muridnya, saya pun ikut terkagum mendengarnya. Sungguh, puisi tersebut dibuat layaknya orang luar biasa yang membuatnya.

Perlakuan kepada orang difabel jangan dibedakan, kita harus bisa bersikap setara (layaknya adil). Mereka juga bisa merasakan. Tetaplah jaga perasaan mereka. Jangan sampai mereka patah semangat. Motivasi yang kuat mungkin akan bisa membuat mereka menjadi orang yang luar biasa nantinya.

***

Saya jadi teringat kembali masa-masa ketika bermain ke panti cacat ganda yang saya tuliskan di atas tadi. Untuk makan saja, masih banyak diantara mereka yang disuapi, terlebih untuk mandi atau berganti baju sendiri, mereka harus ditemani. Mereka juga masih berontak. Sangat menyedihkan.

Melihat kondisi yang tidak biasa seperti itu, saya merasa sedih, iba (seperti yang saya tuliskan di sini). Sebenarnya anak-anak difabel harus diperhatikan dengan baik agar mereka bisa saling memotivasi antar diri mereka sendiri. Semangat hiduplah yang harus ditanamkan dengan baik dan kuat kepada mereka.

***

3 Desember diperingati sebagai hari difabel sedunia. Ini artinya perhatian untuk orang-orang difabel sebenarnya ada, namun pelaksanaannyalah yang sebenarnya perlu perhatian sangat besar. Maka dari itu, mari kita berbagi untuk mereka juga sebagai kontribusi kita terhadap pemberian dukungan bagi mereka.

Salam,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s