Sesuatu dalam Dirimu yang Kau Sebut Pengusik Jiwa

Panik. Marah. Ketika kesesuaian menjadi alasan untuk mengelak dengan apa yang sedang terjadi. Tak hanya itu, luapan jiwa pun juga bisa menjadi alasan diri untuk menghindar dari setiap kata yang masuk atau setiap tindakan bagi tindakan kita sendiri. Kadang perasaan tersebut aneh karena gencar sekali melakukan perombakan pada diri kita. Sering sekali kita digerutukan olehnya, perasaan yang bisa membuat hati menggelegar bagai petir di siang bolong tanpa hujan yang melanda. Atau bagaikan ledakan hati yang bisa membumihanguskan perasaan nyaman dalam sekejap.

Dalam hujan, kadang kita bersimpuh memohon demi hilangnya rasa pengusik yang mampu menenggelamkan jiwa atau bahkan hanya sekedar melapisi hati ini. Entah dalam kadar sedikit atau banyak, yang jelas perasaan itu seperti bom atom yang siap meledak dalam otak kita, atau bahkan membuat panas hati kita. Tentu akan menjadikan sebuah cerita seru bagi setiap pemeran utama, tetapi belum tentu bagi orang lain karena mereka akan menganggap hal tersebut biasa.

Jika perasaan tersebut menggebu habis seperti genderang dalam hati, maka yang akan dirasakan adalah banyak hal negatif yang belum pernah dipikirkan sebelumnya tiba-tiba muncul. Jangan sampai hal tersebut meracuni pikiran karena semakin banyak yang dipikirkan akan membuat otak semakin pusing. Jeda langkah yang akan diambil pun tak akan banyak pikir ketika racun tersebut sudah merasuk dan semakin menjadi.

Perasaan yang bisa berasal dari kepenasaranan atau hal lain yang bisa memancingnya keluar dari dasar jiwa jika tidak ada yang membentenginya. Perasaan tersebut adalah EMOSI, yaitu suatu bentuk ungkapan jiwa yang beragam bentuknya, bisa diekspresikan dengan tindakan, kata-kata, atau hanya sekedar ekspresi wajah atau bahasa tubuh.

Langkah jiwa yang terpatri dengan emosi belum bisa dikatakan baik, karena emosi yang menguasai diri bisa sepenuhnya menjadi bagian dari jiwa. Ketika kita lengah, maka sepenuhnya emosi bisa menguasai diri kita.

Berhati-hati terhadap segala apapun ancaman yang dapat membahayakan diri kita serta membuat emosi timbul merupakan langkah tepat. Hanya saja, emosi datang tidak kenal waktu.

Emosi bisa dianggap sebagai pengusik jiwa jika ia benar-benar merasuk lengkap dalm jiwa dan yang lebih bahaya adalah jika ia tidak bisa dikontrol.

Semisal jika seseorang sudah mengetahui penyebab ia bisa menjadi emosi, maka bisa diredam dengan cara memberitahu teman sekitar agar bertingkah sewajarnya yang bisa membuat kita meredakan emosi dan membuat benteng antisipasi bagi diri kita sendiri.

Namun demikian, emosi tetaplah juga diperlukan sebagai pengusik jiwa, penawar rindu, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan dengan emosi. Tapi tetap saja, tidak boleh berlebih.

Advertisements

4 thoughts on “Sesuatu dalam Dirimu yang Kau Sebut Pengusik Jiwa

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s