Takut? Yo, Say No!

Kesalahan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kancah yang bernama takut. Seolah sosok takut itu sendiri sangat melekat pada diri manusia, setiap orang pasti memiliki rasa takut, meski dalam kadar yang berbeda-beda. Rasa yang mungkin bagi setiap orang harus dihindari, bahkan kalau bisa dimusnahkan. Rasa yang terkadang membuat seseorang tidak bisa hidup tenang. Rasa yang membuat seseorang berpikir ulang dan terus-menerus mengenai apa yang dialaminya. Yang terkadang rasa tersebut mampu membuat seseorang menjadi tertekan.

Takut bukanlah sebuah alasan bagi seseorang untuk tidak memulai atau bahkan diam di tempat atau berhenti begitu saja. Salah satu alasan seseorang menjadi takut adalah tidak percaya diri. Ini karena terlalu banyak alasan yang seseorang sedang pikirkan sehingga ketakutan bisa merajalela dalam tubuhnya. Pertama kali, ketakutan itu akan menyelimuti hatinya, kemudian merajai pikirannya, setelah itu ada keinginan terselubung untuk melakukan hal lain agar ketakutan itu tidak mucul kembali.

Setiap orang ada perasaan takut yang mungkin baginya itu sangatlah mengganggu sehingga ia ingin menghilangkan ketakutan tersebut. Tapi bagi saya, takut bukanlah untuk dihilangkan melainkan untuk dikontrol. Karena kita harus mempunyai satu rasa takut yaitu kepada Sang Pencipta. Rasa takut kepada Sang Pencipta tentu berbeda dengan rasa takut yang lain. Rasa tersebut tentunya disertai dengan rasa-rasa yang lain seperti rasa sayang. Sedangkan takut kepada hal lain selain Sang Pencipta seharusnya bisa menjadi kontrol bagi kita untuk melatih diri dan membiasakan diri agar terbentuk pribadi dewasa yang berkarakter kuat.

Hidup tenang adalah dambaan setiap orang. Termasuk pula rasa takut akan muncul sebagai pengusiknya. Banyak yang akan dipengaruhi oleh rasa takut ini. Sistem otak kita harus bisa bekerja maksimal untuk mengontrol dan mengendalikan perasaan takut agar tidak menyebar ke seluruh tubuh. Rasa tersebut mungkin juga akan membuat salah satu hormon dalam tubuh kita menjadi terpancing. Ya, orang yang takut akan merasa terganggu karena ketakutannya tersebut. Ia merasa risih dan berpikir ini itu mengenai karena takut. Biasanya akan muncul pikiran negatif karena takut membawa seseorang untuk ‘tidak’.

Berpikir ulang dalam rasa takut akan menjadi sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dengan beragam pertanyaan yang menghujani pikiran. Bahkan terkadang seseorang akan merasa bahwa dirinya ‘belum pantas’ atau yang lebih parah lagi meninggalkan sesuatu karena ketakutan.

Ketertekanan karena takut bukan merupakan hal yang biasa, ini perlu ditindaklanjuti agar seseorang bisa merasa nyaman (ketakutannya pudar). Jika seseorangg tertekan, maka ia akan sulit untuk menerima seseuatu hal. Ini adalah alasan yang harus ditangani karena jangan sampai seseorang bisa menjadi salah kaprah karena takut.

Melihat alasan-alasan di atas, maka yuk, kita kontrol, kita kendalikan ketakutan dalam diri kita. Karena walau bagaimanapun, takut adalah rasa alamiah pada diri manusia.

Advertisements

6 thoughts on “Takut? Yo, Say No!

  1. benee bgt Dini, musuh terbesar diri kita adalah rasa takut. Ini berbicara takut terhadap sesuatu hal yah bukan Tuhan hehheee.. kadang rasa takut itu membuat jadi takut melangkah 🙂

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s