Awalan dalam Menulis

Membaca, merenung, kemudian memikirkan ulang lalu menulis. Fenomena seperti ini sering sekali terjadi pada hidup kita. Tak peduli tua muda, semua pasti pernah mengalaminya. Semua pernah merasakan bagaimana bingungnya memulai untuk menulis. Bagaimana bingungnya mengawali sebuah kalimat atau bahkan hanya untuk sekedar berkata. Satu frase yang membuat kata, kemudian menambahkannya dengan kata-kata lain untuk membentuk sebuah untaian kalimat berbajar rapi dalam satu paragraf. Sebuah klausa kemudian digabung dengan klausa lain untuk menjadi kalimat majemuk. Sungguh adalah pengalaman yang menakjubkan. Itu menulis. Dengan seni kita harus bisa membuatnya menarik,Β tanpa membuat kekacauan seperti ambigu atau memecahnya dengan dua pemikiran berbeda yang kau tulis dengan kata-kata mautmu.

Awalnya adalah sebuah klausa yang kau tuliskan dalam pikiranmu untuk kemudian kau jadikan sebuah karya yang mungkin saja bisa berkedok seni karena ditulis dengan gaya bahasa yang sedikit merayu. Haruslah menarik sebuah awalan dalam tulisan. Kau perlu memikirkannya, meski kadang perlu waktu yang tak sebentar untuk dapat mengeluarkan ide tersebut. Seharusnya awalan adalah bagaimana kau bisa membuat orang untuk dapat tetap meneruskan membaca tulisanmu. Bukan sebuah hal basi, awalan merupakan hal yang mampu membuat orang penasaran apa yang kau tuliskan sebenarnya. Memang tak sedikit orang yang langsung dapat menggambarkan imajinasi mereka dalam tulisan yang sangat menarik dan dengan awalan yang langsung dapat menyedot banyak pembaca. Namun sebagian orang lain juga masih merasa sulit untuk menentukan awalan mereka.

Sangatlah harus diperhatikan untuk membuat sebuah awalan yang mampu membuat orang untuk terus tetap terikat membaca tulisan kita. Kau tetap harus mampu menyajikan kejutan-kejutan meriah yang dapat membelalakkan mata pembaca. Kau harus mampu membuat emosi pembaca menjadi seperti yang kau harapkan. Kau harus mampu membuat pembaca terpengaruh atas apa yang kau tulis. Meski itu hanya narasi. Kau harus mampu membuat pembaca setia dan terus penasaran dengan tulisanmu. Hal tersebut adalah awalan. Awalan sebuah tulisan yang membuat mereka menjadi penasaran untuk kemudian menjadi pembaca setia tulisan kita. Juga, awalan harus mampu membuat kita sebagai penulis merasa tertarik, tertantang, penasaran, dan ingin mencari tahu lebih dalam tentang apa yang kita tulis. Awalan yang baik harus mampu menarik minat pembaca.

Berikan kejutan untuk awalan tulisan yang kau buat. Beri kata-kata mencengan yang bisa membuat orang terpana dan membisu ketika membacanya. Jangan biarkan pembaca mengetahui atau menebaknya dengan mudah mengenai tulisan yang kita tulis. Kita harus tetap menjaga apa yang kita tulis supaya sang pembaca mau tetap terus setia dengan tulisan kita. Buat mereka semakin penasaran dengan kata demi kata yang kita buat. Buat mereka tetap tertunduk membaca tulisan kita. Jangan biarkan mereka pergi tanpa tahu maksud dari tulisan yang kita tulis. Buat mereka semakin ingin mengetahui tulisan kita. Awalan adalah hal yang akan membuat pembaca merasa “Ah ini perlu dibaca. Ini sangat asyik.” Kau harus bisa membahagiakan mereka para pembacamu dengan gaya bahasa yang nyaman dibaca oleh berbagai usia dan dengan isi yang tentunya tidak akan basi.

Advertisements

6 thoughts on “Awalan dalam Menulis

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s