Secercah Perjuanganmu

Kamu termenung melihat jalanan basah yang bermandikan cahaya sang bulan. Di depanmu kini ada sebuah jalan pendek yang membuatmu harus menggeliat ketika melewatinya. Di belakang ada segerombolan anjing yang siap memangsa. Di samping kiri-kanan sudah berdiri tegap mereka-mereka yang siap menjadikanmu santapan lezat. Tak ada pilihan lain. Semangat sudah di tanganmu kini.

Tembok besar itu akhirnya kau lalui juga meski harus menggeliat melewatinya. Semakin kau mencoba melewatinya, semakin kau merasakan bahwa tembok tersebut juga semakin mengecil dan membuatmu hampir terhimpit. Kau semakin tersempiti dan tersakiti oleh tembok-tembok tersebut. Tanpa sadar sudah ada dua luka sobek di tanganmu karena kau berusaha menggapai pagar yang sangat tinggi di depanmu.

Gerombolan yang mengikutimu pun tetap mengejarmu hingga mereka terjungkal tepat di depanmu. Kau terjebak sekarang. Tak ada jalan keluar. Ka uterus menerjang mereka, menerpak-nerpakkan kakimu ke arah mereka demi bisa lolos. Tapi ternyata mereka mendekapmu dari belakang. Kau dibawa masuk ke ruangan mirip laboraratorium dan mereka menyekapmu. Sekarang hanya tinggal kau dan alat-alat yang akan menyapumu menjadi sebuah kehidupan baru. Ucapkan maaf pada dunia.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s