Berpikir Ulang Mengenai Lahan Kritis

Lahan kritis merupakan lahan rusak yang memerlukan perbaikan seperti penghijauan atau reboisasi.  Lahan seperti ini adalah lahan yang memerlukan penanganan serius untuk dapat dijadikan perhatian dalam penangannya.

Banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah lahan menjadi kritis, seperti pembakaran hutan, penebangan liar, pembangunan yang tidak sesuai atau kurang memikirkan konsep AMDAL, penyalahgunaan lahan, pemakaian sumber air yang tidak sewajarnya (seperti meengeruk air tanpa memperhatikan faktor lain), dan pembalakan satwa hutan, serta pencemaran hutan.

  1. Pembakaran Hutan

Hutan yang dibakar akan kekurangan kesejukannya, ia akan tidak produktif untuk menghasilkan oksigen. Ini berbahaya untuk kelangsungan hidup, karena bagaimanapun hutan merupakan sumber daya yang harus dijaga.

  1. Penebangan Liar

Hutan yang terawat lebih mampu bekerja produktif menghasilkan oksigen serta dapat meningkatkan perekonomian Negara.

  1. Pembangunan yang Tidak Sesuai atau Kurang Memikirkan Konsep AMDAL

AMDAL dalam pembangunan harus diperhatikan karena kita harus mengetahui dampak-dampak apa saja yang terjadi mengenai bangunan tersebut, hal ini juga untuk mengetahui prospek ke depannya, seperti pencegahan banjir dan penanggulangannya.

  1. Penyalahgunaan Lahan

Lahan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi karena lahan juga memiliki kekuatan tersendiri untuk bisa bertahan, yakni untuk menyuburkan dirinya sendiri dari daun-daun pohon yang jatuh sebagai komposnya dan dibantu cacing tanah. Meski memiliki waktu lama untuk dapat membuatnya subur namun hal tersebut wajar karena terjadi secara alami. Bayangkan saja ketika lahan sudah kosong, yang ada lahan akan kekeringan yang berarti ia sudah rusak. Selain itu ia juga akan kesulitan untuk menyimpan air.

  1. Pemakaian Sumber Air yang tak Sewajarnya

Air sebagai sumber daya alam dapat diperbarui dengan fenomena alam, namun hal tersebut tentunya perlu proses. Dapat kita lihat mengenai daur ulang air melalui proses panjang dari penguapan hingga jatuh kembali ke bumi, semua itu memerlukan pohon juga tentunya.

  1. Pembalakan Satwa Hutan

Satwa hutan sebagai penjaga hutan, penyeimbang hutan seharusnya dijaga dan dibiarkan (dirawat di habitatnya) karena ia memegang peranan penting untuk beberapa flora sebagai pembawa tunas atau bibitnya.

  1. Pencemaran Hutan

Pencemaran hutan dapat berarti macam-macam, seperti tanahnya dicemari dengan bahan-bahan kimia berbahaya maupun limbah. Hal ini tentu akan merugikan hutan itu sendiri karena tanahnya bisa menyerap apapun yang ada di atasnya.

Lahan perlu dijaga kelestariannya karena ia merupakan harapan kita untuk masa depan. Berbagai cara dapat kita lakukan, seperti :

A. Reboisasi

Penghijauan kembali merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan. Penanaman kembali tidak akan memerlukan waktu lama jika lahan tersebut masih baik.

B. Reinkarnasi Lahan Kritis

Memerlukan waktu agak lama untuk menggunakan cara ini karena kita harus menyuburkan terlebih dahulu tanahnya untuk kemudian bisa ditanami kembali.

Karena lahan kritis berbahaya, maka sebaiknya kita merawat lahan-lahan yang ada saat ini dengan one man one tree atau one man two trees karena tangan kita dua, maka yuk lestarikan alam!

Salam lestari,
^_^

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s