Sabtu yang Heboh Untuk Semarang

Lama ya saya ga update. Hhe. Karena kesibukan kuliah yang melanda (maklum, hari senin besok saya UTS) maka saya sempatkan untuk mengisi blog ini di hari minggu. Saya mau bercerita sedikit mengenai acara yang kemarin (25 Oktober 2014) saya kunjungi, yaitu Food Festival di lapangan RRI Semarang dan Festival Banjir Kanal Barat 2. Saya hanya mengunjungi festival ini meski ada festival yang lebih seru, yaitu Fashion Parade yang diselenggarakan di Lawang Sewu Semarang. Sebenarnya festival-festival seperti ini sudah banyak dipublikasikan di akun-akun yang berhubungan dengan Kota Semarang. Namun berhubung saya ingin menuliskannya juga, maka saya akan menuliskannya dengan versi saya.

Di hari sabtu yang cerah sebenarnya saya sudah ambil ancang-ancang untuk melihat festival. Namun seperti biasa malas melanda sehingga saya cuma cari-cari materi kuliah, menggarisbawahinya, menghighlighternya, dan mewarnainya sehingga menarik. Lama-lama-lama, makin siang. Saya pun diajak teman saya ke kampus untuk mengambil ubi ungu (teman saya jadi sampel penelitian dosen karena memenuhi syarat ~ cukup umur, saya sih masih kecil #ehh). Ya saya pikir lumayan lah daripada di kost saya galau baca-baca materi UTS (mana ada yg belum diprint pula materinyaaa : baca lewat laptop? = kasihan mata). Siang pun berganti sore. Saya stalking di twitternya akun-akun Kota Semarang. Yah. Nemu deh. Food Festivalnya masih berlangsung! Saya senang. Akhirnya, sekitar jam lima sore saya langsung menuju RRI bersama teman kost saya.

Begitu sampai, saya agak kaget karena agak sepi. Hmm. Seberapa menarikkah acara ini, pikir saya dalam hati. Saya melihatnya memang biasa saja. Tapi karena judulnya ‘Gelar Pangan Nusantara’, jadi itu yang menjadi daya tarik saya mengunjungi festival ini. Saya pikir festival ini akan menghadirkan makanan-makanan tradisional Indonesia atau makanan-makanan khas Indonesia. Nyatanya, saya tidak banyak makanan seperti itu. Memang benar ada kue lapis dan teman-temannya, tapi itu hanya ada di stand panitia.

Ada salah satu stand yang menghadirkan oleh-oleh khas dari salah satu daerah di Indonesia. Unik sekali. Sayangnya saya tidak membelinya. Seperti nasi jagung instan. Wah, padahal kalau dipikir-pikir saya juga suka nasi jagung. Entah mengapa dari semua yang dipamerkan saya lebih tertarik ke stand ini. Mungkin karena kemasan makanannya berwarna kuning semua? Ah. Saya juga kurang tahu.

Ada pula stand siomay jamur. Wah ini enak. Bisa coba gratis (dalam porsi super kecil tentunya). Memang ketika saya coba enak. Mereka juga mempromosikan makanan mereka ini sebagai makanan yang rendah lemak dan tentunya lezat bergizi. Saya pilih siomay kukus saja karena benar-benar menginginkan yang rendah lemak. Ah tapi begitu saya beli.. Mereka menambahkan mayones, saus, dan keju! Waw. Ingin sekali rasanya saya berteriak ‘mama tolong anakmu ini’ haha. Yang pasti saya akan ditertawakan kalau berteriak seperti itu beneran. Untungnya tidak. Alhamdulillah. Saya berdiskusi mengenai siomay ini dengan teman saya.
“Katanya rendah lemak. Itu kok ditambah mayones, saus, dan keju?,” tanya saya.
“Lha iya. Mereka tidak tahu apa arti rendah lemak yang sesungguhnya,” kata teman saya.
Ya memang kan siomaynya rendah lemak. Tapi kalau ditambah mayones, saus, dan keju? Ckckck. Kalau semuanya dimakan, saya tidak jamin itu rendah lemak mengingat keju dibuat dari susu serta mayones terbuat dari berbagai campuran bahan yang diantaranya adalah telur. Dan lagi, saus juga tinggi natrium. Aah. Pusing kalau memikirkan hal tersebut. Yang jelas, kalau menginginkan rendah lemaknya, maka harus dihilangkan bahan-bahan tambahan tersebut.

Saya memang agak sedikit kaget dengan apa yang dihadirkan di sini. Memang menarik, karena panitia membuat ide cemerlang untuk mengadakan festival ini dengan konsep dan segala macamnya. Makin malam juga acanya makin ramai. Ditambah dengan lampu-lampu yang menghiasi suasana yang makin mempercantik dekorasi serta live music yang enak. Tapi terbuka, mereka belum memikirkan suasana ketika hujan sehingga ketika saya lewat saat hujan, saya lihat agak sepi karena menyingkir agar tidak terguyur hujan.

Acara berikutnya adalah Festival Banjir Kanal Barat 2 yang digelar di Banjir Kanal Barat. Festival ini sangat seru sekali. Meskipun menyebabkan kemacetan, namun acara ini mampu berjalan dengan sukses dan lancar. Acara dengan banyak sponsor ini, terutama Kompas Gramedia, sangat menarik untuk dikunjungi. Terlebih bintang tamu yang dihadirkan adalah Didi Kempot.

Acara lain adalah Fashion Parade di Lawang Sewu. Acara ini menghadirkan banyak desainer yang mempertontonkan karyanya. Seru sekali. Lawang sewu menjadi lebih cerah dan berwarna dengan lampu-lampu berwarna seperti ungu yang membuat kesan bahwa lawang sewu adalah tempat yang asyik untuk dikunjungi. Sayangnya acara ini terhenti karena hujan yang mengguyur.

Iya, itulah serangkaian acara yang dapat saya sampaikan. Semoga Semarang makin maju lagi setelah ada acara-acara yang mampu mendongkrak Semarang.

Advertisements

6 thoughts on “Sabtu yang Heboh Untuk Semarang

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s