Rindu dan Kangen

Setiap orang pasti pernah mengalami rasa kangen, rindu, atau hal yang semacamnya. Banyak faktor yang mendasarinya, seperti sudah lama tidak berjumpa, berkomunikasi, ingin merasakan hal yang sama, atau bahkan mungkin ingin mengulang masa lalu. Ah tapi yang terakhir, jarang ada yang seperti itu, saya rasa. Namun bisa jadi salah satu alasan seseorang kangen adalah karena ia ingin merasakan masa lalu. Sayangnya, pasti rasanya tidak akan sama dengan yang lalu kalau hal tersebut kita lakukan pada masa kini. Tentunya, semua yang kita rasakan pada masa kini akan menjadi cerita baru, bukan untuk mengulang keadaan atau mempertemukan rasa yang sama. Hal yang harus kita sadari ketika kita rindu atau kangen adalah bahwa keadaan saat ini (keadaan sekarang) pun nantinya juga akan membuat kita merasakan hal yang sama.

Rindu dan kangen sepintas memiliki makna yang sama, intinya ingin bertemu. Namun jika dikaji lebih dalam, keduanya nampak berbeda. Dari peleburan kata saja memang sudah berbeda, tetapi bukan itu yang saya maksud. Keduanya memang hampir sama. Di sisi lain, saya juga merasakan kedua hal ini sama, hanya saja konteksnya berbeda untuk kedua hal ini. Jadi, rindu merupakan perasaan terpendam. Kalau kangen, kita bisa mengungkapkannya. Terkadang ada orang yang mengatakan bahwa rindu dan kangen sama-sama terpendam, namun menurut saya sama saja karena mungkin orang tersebut belum bisa mengungkapkan perasaannya. Hal lain adalah karena orang tersebut memang tidak ingin membiarkan orang lain tahu bahwa ia sedang mengalami rindu dan kangen.

Rindu adalah perasaan yang melibatkan masa lalu, merasa ingin merasakannya lagi. Memang terkadang susah untuk mengatakannya, tetapi rindu memiliki arti tersendiri bagi setiap orang. Bukankah begitu? Rindu bagi saya adalah sesuatu yang ada dalam gambaran pikiran saya, tetapi tidak bisa saya keluarkan dan meski saya paksa keluar, yang ada hanyalah ucapan rindu yang mungkin hanya dalam hitungan jari yang akan mengetahuinya. Namun ketika rindu itu menjadi cerita, maka hal tersebut akan menjadi berbeda. Rindu bisa berbicara dan mengungkapkan semuanya. Ketika rindu menjadi sesuatu yang didambakan, ia akan menjadi sosok yang akan menenggelami kita. Ketika rindu menjadi sesuatu yang diinginkan, ia akan menjadi manja dan membayang-bayangi kita.

Bagaimana dengan kangen? Tak jauh berbeda dengan rindu sebab ada yang mengungkapkan bahwa kangen adalah perasaan rindu. Kangen adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang untuk melakukan sesuatu, seperti ‘kepo’ atau tiba-tiba berbuat sesuatu yang ajaib. Kangen adalah hal yang biasa dirasakan oleh manusia. Ada yang bilang ‘baru gak ketemu sebentar aja udah kangen’ karena kangen tidak mengenal batas waktu dan hal tersebut sama halnya dengan rindu. Kangen merupakan enam buah kata yang memiliki arti tertentu dalam hidup seseorang. Kekangenan seseorang terhadap orang lain bisa membuat seseorang bertingkah aneh. Kangen adalah hal abstrak yang sama seperti rindu. Kangen adalah ketika kamu tidak peduli apakah yang sedang kamu kangenkan juga merasakan hal yang sama.

Kangen adalah tanda cinta. Jika tidak kangen pasti tidak cinta

-Mario Teguh-

Nah, di atas tadi merupakan kutipan tentang kangen. Banyak yang mengartikan kangen dan rindu. Kangen dan rindu adalah sesuatu yang hampir berdampingan, abstrak, dan terbayang-bayang. Keduanya bisa membuat seseorang menjadi abstrak pula atau mungkin pikirannya menjadi melayang. Keduanya bahkan bisa mengubah bayangan mimpi kita.

Advertisements

2 thoughts on “Rindu dan Kangen

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s