Fenomena dalam Angkot

Banyak fenomena yang dapat kita temui di dalam angkot, terutama fenomena sosial. Setidaknya kita jadi bisa tahu kegemaran orang saat ini. Misal jika di dalam angkot tersebut sebagian besar penumpang bermain hp, maka berarti ia kurang peduli dengan keadaan sekitar. Misal dia lebih suka mengajak yang lain bicara meskipun tidak kenal, berarti ia suka menambah wawasan dari orang baru. Itu sedikit analisis saya. Tapi benar atau tidaknya, dapat Anda rasakan sendiri. Hal lain dapat kita temui di angkot, seperti cara ibu menenangkan anak ataupun cara berbicara seseorang, atau cara bersikap seseorang. Ya, di dalam angkot terkadang ada fenomena sosial yang mempu membelalakkan mata kita maupun menyadarkanย  kita tentang perkara hidup ini sehingga bisa menambah pengetahuan kita mengenai apapun dan menjadi tempat belajar bagi kita.

Mungkin memang terkadang cara bicara supir angkot atau supir bus mengganggu kita karena bahasanya yang tidak biasa (asing) ditelinga kita dan terdengar menjenuhkan. Tapi dari situ kita tahu bahwa ternyata ada perbedaan yang bisa menjadikan kesenjangan, contohnya tadi, dengan bahasa. Kita jadi tahu bahwa bahasa-bahasa yang asing tersebut sangat familiar di kalangan angkot sehingga kita bisa belajar bahasa baru. Bukan berarti bahasa baru tersebut kemudian kita gunakan, namun kita menyaring kembali apa yang kita dapat, mencernanya dalam-dalam, kalau perlu kita tulis karena mendapat kosakata-kosakata baru. Kita jadi tahu bagaimana mengantisipasi jika berhadapan dengan orang yang mempunyai bahasa sama.

Tidak jarang pula kita temui seorang ibu yang tengah menggendong anaknya dalam angkot. Si anak kadang berontak, menangis. Dari sini kita bisa melihat cara sang ibu menenangkan anak. Cara-cara tersebut pasti dilakukan dengan hati-hati mengingat tempat tersebut adalah sarana umum sehingga kita bisa melihat usaha dari sang ibu. Mungkin anak tersebut gerah sehingga dia menangis, atau karena ada aroma tidak nyaman, atau sesuatu yang lain. Kita perhatikan gerak-gerik sang ibu. Dia pasti berusaha dengan tenang menenangkan anaknya karena tidak mau mengganggu pengguna yang lain. Dari situ, kita bisa belajar bagaimana menenangkan anak dalam angkutan umum, atau bahkan mengembangkan sendiri dengan cara lain atau hampir sejenis.Dalam angkutan umum, terkadang kita menemui orang yang sama sekali belum mengenal jalan. Dia pasti akan bertanya-tanya pada penumpang lain atau pun pada supir untuk mengetahui lokasi yang ia tuju. Beruntungnya naik angkutan umum, maka jika ada seseorang yang ditanya tidak mengetahui tempatnya, maka penumpang lain yang mengetahui atau bahkan sok tahu akan memberikan keterangan. Tapi biasanya, supir angkot sudah mengetahui lokasi-lokasi, baik itu jalan sempit maupun alternatif dan lokasi yang ditanyakan oleh penanya, meski hanya sekedar petunjuk yang masih awang-awangan. Tentunya, sang supir angkot juga akan memberikan arah yang mudah dimengerti dengan menyebutkan salah satu tempat terkenal di lokasi yang ditanyakan oleh sang penanya meski hanya diberi tahu itu saja.

Anak-anak sekolah masih memanfaatkan angkutan umum untuk pulang-pergi ke rumah-sekolah. Kita bisa lihat gelagat anak sekolah tersebut. Jika bersama temannya, maka ia akan berbicara. Kita bisa melihat bagaimana cara anak tersebut berbicara kepada sesama teman, bagaimana bahasanya, bahasa apa yang digunakan. Terkadang berbicaranya juga disertai dengan sedikit gerakan tangan. Selain itu, hal lain adalah cara duduk dan cara berbusana. Iya, kita tahu kalau anak sekolah pasti berseragam. Maksud saya adalah bagaimana busana yang ia kenakan, apakah sedikit ditekuk pada lengannya atau dibiarkan memanjang saja. Dan cara duduk adalah, ketika ia duduk apakah duduknya seenaknya atau menjaga dirinya (tenang).

Sikap-sikap maupun sifat yang bisa kita lihat dalam angkutan umum sebenarnya banyak. Mulai dari kesabaran seseorang, cara duduk seseorang, cara memandang, cara berbicara, cara berinteraksi. Kita hanya tinggal mengamati saja jika ingin mengetahuinya. Karena di dalam angkot kita bisa menemui berbagai macam orang, tentu hal ini disebabkan orang yang satu dengan yang lain berbeda. Namun tak hanya itu, yang penting adalah ketika kita bisa megambil hikmah dari semua yang kita lihat dan belajar dari situ. Kita juga harus bisa menyesuaikan diri dalam kondisi apapun. Kita harus sadar dan siap karena kita hidup dalam masyarakat. Kadang masyarakat masih saja berkomentar buruk ketika kita merasa melakukan hal benar. Maka, kita juga harus bisa menjaga dan membawa diri.
Oke, sekian. ^^

Advertisements

18 thoughts on “Fenomena dalam Angkot

  1. Rumahku agak jauh dari jalan raya. Dan gak ada angkutan umum masuk. Alhasil gak pernah ngerasain fenomena dalam angkutan umum -,- Salam kenal dari Lampung kak ๐Ÿ™‚

    • Hahaha. Seru yah di dalam angkot, kadang risih banget denger orang ngomel-ngomel kelamaan brenti, jalannya pelan banget, gerah banget, sampe yang lain-lain. ๐Ÿ˜€

  2. Emang bener, banyak yangbisa diambil hikmahnya disekitar, tergantung kitanya mau berfikir apa engga. Moment kaya gue dulu ketemu SPG diangkot denga rok pendek, lelaki seisi angkot pada melotot, gue cuek, eh malah gu yang diajak ngobrl sama SPGnya. Semenjak itu gue udah gak mau naek angkot lagi, lama ngeTemnya

    • Memang menyebalkan kelamaan ngetem itu. Saya juga ngerasain. Itu bawa bosan dan efeknya ya.. kita tahu sendiri, lah. ๐Ÿ˜€
      Ga usah kapok naik angkot, kan orang yang kita temui bakal berbeda-beda.

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s