Curhat Sedikit, lah..

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat malam pembaca. Hari ini adalah 5 September 2014 tepatnya hari Jumat Pahing. Saat saya mengetikkan tulisan ini, waktu menunjukkan pukul 08:43 PM. Entah ada angin apa yang bisa membawa saya mengetikkan tulisan ini. Mungkin hanya karena perasaan saya yang menurut teman-teman agak aneh, atau karena saya orangnya aneh, atau saya memang unik? (Maaf mau curhat) Ah, bisa saja. Tapi bukan bermaksud mau membanggakan diri, hanya saja saya sering merasa kurang nyaman kalau ada yang mengatakan bahwa saya adalah orang aneh. Tapi jujur saja, sejak SMP saya memang mendapat predikat ‘aneh’ oleh teman-teman saya bahkan sampai saat ini, padahal saat ini saya sudah duduk di bangku kuliah tapi masih saja dibilang ‘aneh’. Saya juga tidak mengerti akan hal ini.. Kadang predikat ‘aneh’ bisa membuat saya berpikir keras mengenai diri saya, tapi terkadang predikat tersebut juga bisa membuat saya senang. Namun dibalik semua itu, Anda tidak mengetahui dengan benar mengenai apa yang saya rasakan ketika Anda memberi saya predikat ‘aneh’.

Pada paragraf di atas, saya sudah membeberkan bahwa saya dianggap aneh oleh teman-teman. Namun sebenarnya jika saya pikir ulang, saya ini cukup normal karena saya bisa melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang teman-teman saya lakukan. Terkadang saya juga bingung sendiri mengenai diri saya. Contohnya ketika saya melakukan kegiatan A saya dianggap aneh, tapi ketika ada teman lain yang melakukan hal sejenis malah dia dianggap bagus. Hal ini membuat saya berpikir keras ada apa pada diri saya. Jujur, saya ingin teman-teman saya memandang saya secara normal, bahkan saya sangat merindukannya. Mungkin salah satu anggapan aneh itu bisa membuat saya populer, namun jika itu yang membuat saya populer, apa tanggapan orang akan berubah? Saya bahkan belum bisa yakin seutuhnya ketika ada orang yang mengenal saya dari orang lain yang sudah menganggap saya aneh akan berpikiran bahwa saya normal. Tapi benar, bahwa saya agak risih dengan hal ini meski saya sudah berulang kali mencoba berpikir positif mengenai pemikiran-pemikiran lain.

Saat SD, saya memang pernah menjauh dari salah satu pembicaraan teman-teman karena sesuatu hal. Namun hal tersebut tidak terlalu bermakna karena saya pikir hal tersebut tidak akan berpengaruh pada kehidupan saya nantinya. Dan ya, benar. Ketika saya masuk SMP, saya juga menemui problem yang serupa. Hal ini tentunya juga tidak menjadikan masalah yang besar bagi saya karena ternyata, beberapa orang yang memiliki problem serupa juga enjoy menjalani kehidupannya sebagai siswa SMP, sama seperti saya. Bahkan saya mendapatkan seorang sahabat yang memiliki kepribadian yang hampir mendekati ‘aku banget’ karena problem ini dan kami saling dukung atas segala sesuatu yang kami lakukan. Bahkan ketika di salah satu ekstrakulikuler yang kami jalani, kami menjalaninya bersama. Hal yang tak akan pernah saya lupa adalah ketika kami bersama menanti ekstrakulikuler yang kami jalani. Maklum lah, kami terbiasa datang 45 menit sebelum ekstrakulikuler berlansung dengan alasan kami bisa bermain di lapangan terlebih dahulu dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama.

Masa-masa SMA saya menyenangkan, meski teman-teman saya juga menjuluki saya orang yang aneh. Bahkan ada seorang sahabat saya yang secara terang-terangan menyebut saya aneh tapi dia tidak bisa memberikan alasan secara jelas dan pasti mengenai apa yang ia maksudkan. Hal tersebut tentu membuat saya makin penasaran mengapa saya bisa dijuluki aneh. Karena menurut saya, saya sudah melakukan hal normal seperti yang teman-teman lakukan. Namun ternyata itu tidak menjadi masalah bagi teman terdekat saya semasa SMA yang sering berjumpa dengan saya, mereka menganggap saya normal. Hal tersebut sangat membuat saya bahagia dan bersyukur sekali karena ditengah julukan aneh, ternyata masih banyak yang menganggap saya normal.

Alhamdulillah sekali masa-masa sekolah saya. Saya sangat beruntung dan bersyukur sekali atas apa yang Allah berikan. Saya menyebut ini sebagai hadiah plus-plus yang Allah berikan. Saya merasa senang dan saat ini, saya tidak terlalu mempedulikan apa yang mereka katakan tentang aneh-aneh itu karena saya telah terbiasa, meski masih sering kali saya kepikiran, namun tidak terlalu membebani seperti dahulu.

Berpikir positif akan membuat diri saya lebih tenang, keikhlasan akan membuat saya semakin bahagia, dan mengingat Allah akan membuat saya lebih damai. Itu adalah hal yang terpenting untuk saat ini. Karena saya sadar bahwa hidup ini adalah perjuangan. Dan karena ada julukan aneh dalam hidup, hal tersebut merupakan salah satu ujian yang harus dihadapi karena Allah sayang pada umat-Nya. πŸ˜€ Mari kita semakin meningkatkan rasa syukur kepada Allah, teman. πŸ™‚ Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Advertisements

2 thoughts on “Curhat Sedikit, lah..

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s