Halo, Ujian PPK Tahap I!

Minggu ini, mahasiswa jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Semarang disibukkan oleh kegiatan ujian Penilaian Pencapaian Kompetensi (PPK) tahap I. Berbagai usaha ditempuh supaya bisa lolos dari ujian ini. Banyak cerita yang akhirnya bisa menjadi canda dan tawa bersama serta menjadi sedikit kesedihan bersama. Termasuk bagaimana cara kami untuk bisa sukses menempuh ujian tersebut meskipun hasilnya belum keluar.

Saya dengan santainya belajar apa adanya dan sesuai kisi-kisi yang telah disediakan. Saya hanya belajar semampu dan sekuat saya, usaha, dan berdoa.

IMG_20140813_200823

Persiapan ‘seadanya’ ala saya, satu set buku materi dan beberapa set modul dari dosen serta tulisan tangan sendiri.

Sebenarnya, ketika hari senin (11 Agustus 2014) saya mendatangi kampus sudah merasakan hawa-hawa ujian. Tetapi hawa tersebut hilang begitu saja ketika saya memasuki ruangan kelas milik jurusan sebelah (maaf, ya, analis kesehatan, hihihi). Tidak lain tidak bukan karena kedua jurusan ini saling menyayangi dan mengasihi (lebai), jadi sering kali kami saling pinjam meminjam kelas, bahkan pernah satu kelas berdua (ehh).
Oke stop bercandaannya.
Setelah menjejakkan ke ruangan yang cukup luas dan lumayan adem, saya pun memilih tempat yang strategis, di tengah, walaupun agak ke belakang, tetapi masih cocok untuk bisa mendengarkan penjelasan dosen, lumayan dekat jendela, dan dekat kipas angin (iya, di ruangan itu ada sekitar 4 kipas angin dan 2 buah AC dengan 8 jendela berukuran sedang, kurang apa lagi coba, ruangannya udah keren gitu). Dosen masuk dengan santainya dan menjelaskan model-model soal yang akan keluar pada ujian ppk, para mahasiswa dengan antusias mendengarkannya karena baru pertama kali mereka akan mengikuti ujian tersebut. Dengan napas yang masih bisa diatur, salah satu teman sekelas saya yang juga gubernur hima jurusan gizi mengatakan bahwa besok adalah ujian pengayaan. Saya pun mengira bahwa ujian ini adalah semacam ujian percobaan. Namun, kenyataannya baru akan saya bahas pada paragraf selanjutnya.

Keesokan harinya, dengan segala persiapan saya berangkat menuju kampus dengan santai. Terlihat teman-teman sedang asyik dengan kertas berisi materi kuliah di tangan masing-masing. Ada pula yang bercanda, untuk sekedar menurunkan ketegangan ujian. Saya melihat dengan jelas MMT berukuran sedang yang bertuliskan “UJI KOMPETENSI TAHAP I DAN II MAHASISWA PRODI DIII GIZI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG” dengan slogan yang terngiang-ngiang dan membuat saya senang, intinya menjunjung sportivitas dan kejujuran.

Ini motretnya dari sisi bawah sebelah belakang.

Ini motretnya dari sisi bawah sebelah belakang.

Kami memasuki auditorium yang sudah dipenuhi oleh dosen sebanyak delapan orang. Setelah mendengarkan sambutan dari ketua jurusan, ujian pun dimulai. Kami pun mengerjakan dengan agak tidak santai melihat 120 soal dalam waktu 120 menit. Kabar baiknya adalah, ini bukan ujian pengayaan! Ternyata ini adalah ujian yang sesungguhnya. Iya, ujian teori. Selama ujian, di auditorium yang dijaga oleh lima orang dosen (yang tiga keluar, jaga di kelas karena auditorium tidak cukup) terasa tenang. Dua orang dosen saya lihat sedang memotret mahasiswa yang ‘cukup menarik’ karena tingkahnya atau apanya, yang jelas saya tahu itu, hehe. 😀

Sumber : Facebook Dosen

Seperti biasa setelah selesai mengerjakan ujian saya tidak langsung keluar, alhasil saya keluar saya dosen menyatakan bahwa ujian harus dihentikan karena waktu sudah habis. Alhasil, saya tidak mendapatkan gambar bagus bagaimana keramaian setelah ujian karena kurang dari lima menit setelah saya keluar, auditorium sudah sepi.

Pada hari ketiga (13 Agustus 2014) adalah giliran kelas A yang ujian praktik, semua anak kelas B jadi tegang karena belum merasakan ujiannya. Baru kemudian keesokan harinya (14 Agustus 2014) giliran kelas B yang ujian praktik. Saya dan teman-teman sudah tegang karena contoh soal yang diberikan oleh anak kelas A serta komentar dosen mengenai ujian kelas A kemarin. Kami berusaha berbenah, apa adanya kami. Ujian terasa singkat padahal mulai pukul setengah sembilan pagi dan baru selesai pada setengah lima sore.
Saya melihat ada seorang teman saya yang menangis entah mengapa, saya mendengar karena alasan ujiannya tadi. Jujur, saya juga frustasi karena pada ujian penyuluhan saya kurang bisa menarik hati para audience saya, tapi ah, ya sudah lah. Apa boleh buat? Ujian telah usai. Buat apa saya menyesalinya? Hal itu juga tidak akan mengubah nilai saya. Akhirnya, saya berjalan santai meninggalkan kampus.

Oke, sekian cerita saya tentang ujian PPK. Saya harap hasilnya bisa menyenangkan saya karena yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah berdoa. 🙂

Advertisements

One thought on “Halo, Ujian PPK Tahap I!

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s