Cerita Pendek tentang Saya

Hampir dua tahun saya menimba ilmu di kota Atlas, Semarang. Selama itu pula saya mencoba memahami seluk beluk kota yang memberikan banyak cerita ini kepada saya. Selama itu pula saya selalu mencoba untuk menerima segala sesuatu yang saya jalani. Meski terkadang dengan pemikiran panjang, tetapi saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi hidup saya sendiri. Bagi saya, ilmu apapun haruslah didapat untuk menambah pengetahuan, karena ilmu pengetahuan haruslah didapatkan sebanyak mungkin untuk bekal kehidupan. Tak lupa pula, ilmu agama adalah ilmu yang sangat melekat pada diri kita yang seharusnya banyak kita ketahui.

Tak terpikirkan bagaimana jadinya kalau saya tidak berkuliah di Semarang, kota yang penuh dengan keasyikan ini. Sebenarnya saya sangat menyayangi kota ini karena keindahannya dan apa yang ada di dalamnya. Namun ketika diberi pilihan untuk berkuliah di sini, saya menolaknya dengan alasan ‘saya sudah bosan dengan Semarang.’ Apapun yang ada di Semarang ya hanya itu-itu saja. Saya tidak berpikir panjang mengenai dampak apapun yang nantinya akan membantu saya, maka saya menolak saat itu. Namun kini pandangan itu telah berubah. Semua karena sesuatu halnya sangat saya nikmati benar dan sampai akhirnya saya merasakan ‘jatuh cinta kembali’ pada kota ini.

Mempunyai keluarga besar yang sebagian besar menetap di kota Semarang membuat saya merasa nyaman kini. Bukan karena manja, namun rasa kebersamaan yang selalu dapat dihadirkan kembali ke dalam hati ini membuat saya tenang dan jauh lebih nyaman ketika berada di tengah-tengah keluarga besar.

Sebenarnya tak ada alasan saya berada di Semarang kecuali karena saya berkuliah di Semarang. Ini karena saya diterima di jurusan gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang. Hal yang sangat membuat saya kesal adalah saya diterima di perguruan tinggi tersebut, padahal sama sekali saya tidak menginginkannya, hanya dengan bermodalkan berkas pendaftaran dan mengerjakan soal dengan asal, saya bisa diterima. Menurut pemikiran saya pada waktu itu, ini tidak benar. Dengan sama sekali saat zaman sekolah tidak terpikirkan untuk masuk jurusan kesehatan karena saya dari sma ips. Namun disisi lain, saya juga bangga karena dengan modal apa adanya bisa lintas jurusan.

Perjuangan selalu ada dan setiap hari kita berjuang untuk hidup kita, bahkan untuk merangkai cerita hidup, perjuangan adalah sesuatu yang melekat dalam darah dan hati kita karena perjuangan adalah sepanjang hidup. Setiap orang pasti berjuang. Saya juga berjuang untuk bisa membuktikan kepada kedua orang tua saya bahwa saya mampu, karena inilah keputusan yang telah saya ambil.

Banyak cerita menarik yang akhirya mampu mengubah pola pikir saya mengenai sesuatu hal, terutama setelah mendapatkan ilmu gizi di perguruan tinggi ini. Kampus kesehatan yang belum begitu terdengar gaungnya karena terhitung akan menginjak masa ‘remaja’, yaitu berusia 13 tahun pada pertengahan april lalu. Sedangkan untuk jurusan gizi sendiri saat ini sudah meluluskan sebanyak 20 angkatan diploma tiga gizi, saat ini saya pada angkatan ke 22.Banyak harapan yang saya ciptakan di sini, termasuk pula harapan untuk bisa lebih baik lagi setelah mendapatkan jampi-jampi ramuan gizi.

Kisah awal saya berada di Semarang sungguh tidak masuk kembali. Saya hanya termenung ketika mengingatnya. Bukan menyesal, karena saya mengerti bahwa masa itu tidak bisa terulang kembali. Saya hanya tersenyum dan menggeleng ketika mengingat hal tersebut. Saat ini, saya sudah mengerti bukan saatnya memikirkan masa lalu, tapi bagaimana pola pikir saya untuk menghadapi masa depan yang saya akan temui. Saya sadar bahwa keindahan dapat kita temukan ketika saya merasakannya.

Saat ini, saya mengerti bahwa hidup saya akan berjalan sesuai dengan apa yang saya rencanakan, tentunya dengan izin Allah SWT. Saya juga selalu berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini terjadi karena Allah mengizinkan saya untuk melakukannya. Sedangkan untuk keinginan yang sedang ditangguhkan oleh Allah, itu mungkin karena saya kurang usaha walaupun niat sudah ada sedari dulu.

Mungkin salah satu alasan Allah menempatkan saya di Semarang ini adalah agar saya semakin bisa menghargai tanah sendiri. Karena jujur, saya belum bisa puas kalau saya belum mendegar cerita sejarah mengenai suatu tempat yang saya jajaki. Karena pasti akan tersimpan banyak misteri selain dari yang orang-orang bicarakan. Di sini, di Semarang, saya mendapatkan berbagai kemudahan dan akses untuk ke sana ke mari. Bisa saja saya hanya hapal tempatnya, tapi tidak tahu jalan atau sebaliknya. Namun selalu ada petunjuk dari Allah agar urusan saya bisa menjadi lancar.

Ada teman saya yang mengatakan bahwa saya orangnya sok kenal dan saya adalah pribadi yang terbuka. Namun saya rasa hal tersebut tidak begitu masalah untuk saya. Sok kenal bagi saya adalah cara saya untuk dekat dengan seseorang, meskipun saya tidak tahu nama orang tersebut (tetapi hapal wajahnya). Saya mempunyai teman yang menganggap saya seperti itu. Jujur saja, saya mempunyai teman yang sampai saat ini saya tidak tahu namanya tetapi saya selalu mendekatinya ketika bertemu dan kami bisa saling bercakap dengan nyambung dan santai. Ada juga tipikal teman saya yang tertutup saya dekati, kemudian kami saling bercakap dan nyatanya, yang paling banyak mendominasi percakapan adalah saya. Terkadang saya juga heran dengan diri saya karena bisa diam disaat yang tidak dibutuhkan dan bisa berkata banyak di saat tertentu.

Di saat tertentu pula, terkadang saya merasa bahwa hidup saya di Semarang ini hanya tinggal dilaksanakan saja. Bahkan, saya sudah mulai merasa betah untuk berada di sini. Namun, namanya juga lama tinggal di kota kelahiran yang berbeda, saya tetap cinta pada kota kelahiran saya. Memang, tinggal di kota kelahiran tidak lah semudah di Semarang. Namun, ada sesuatu hal yang selalu membuat saya rindu terhadap kota kelahiran saya. Terutama pada rumah yang saya tempati semenjak saya lahir. Rumah tersebut telah memberikan berjuta cerita yang tidak akan pernah saya lupakan.

Memang, kota kelahiran akan selalu membawa kenangan manis dan tidak akan terlupa bagaimana semua yang pertama kita lakukan di sana. Hal tersebut akan membawakan berangkai kisah menarik.

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s