Aku, Mereka (Kami) dan Cerita

Seiring dengan berjalannya waktu dan semua jalan-jalan yang akan terbuka lebar di hadapa kita yang akan membuat hati dan pikiran menjadi jernih kembali

Seraya membuka kenangan masa lalu yang tak ayal lagi akan menjadi sebuah jalan bagi kita untuk menjawa semua pertanyaan dalam hidup ini

Selagi hati masih labil untuk memulai sebuah kisah yang berhenti pada pertengahan jalan layang di atas monumen megah dalam kalbu dan menghiasi hidup kita

Sembari angan berterbangan menyusul ingatan yang pedih perih akan kurasakan dalam manis pahit asin asam hidup ini yang bisa disebut dengan bumbu kehidupan

Lagi-lagi dia datang, sosok yang belum pernah kujamah untuk kesekian kaliya dalam hidupku untuk kuberi arti dan sedikit ruang tak kusisakan untuknya

Hanya seberkas lembaran kecil yang akan membuatku ruam-ruam lagi jika aku bisa melihat senyum dan kebahagiaan yang menyatu pada dirinya

Aku dan lembaran kecil yang menempel pada jari jemariku untuk kemudian kau jamah sedikit demi sedikit lalu kau beri sebuah polesan kecil hingga aku bisa terjangkau olehmu

Aku dan mereka, yang akan menjadi kita dan sebuah lembaran tipis nan kecil ayng berakar dari misi terindah hidup ini sehingga kita tak perlu pusing lagi

Karena kami, yakni aku dan mereka yang akan membuat cerita dalam cerita yang akan kami buat ini menjadi bermakna dan lebih indah dibanding ketika kita bermain

Cerita ini adalah cerita fiksi dan akan menempel pada sudut pasti di ruangan semu pada malam ini sehingga kita ada pada kepastian yang dijauhkan dari ruang-ruang semu yang tak jelas

Tak kan ku ungkap kembali cerita masa lalu kita yang jelas-jelas hanya akan menjadi derita lama dan cerita non fiksi yang kita sebut dengan realita

Tapi keadaan adalah suatu keadaan yang pasti namun walaupun belum jelas waktunya tapi bisa diperkirakan oleh kita bagaimana sebuah cerita fiksi akan menjadi realita

Yang seungguhnya akan terjadi pada kita entah kita tahu atau tidak apa yang akan kita lalui ini untuk kemudian kita tunjukkan kembali bagaimana jalan kita sesungghnya

Cerita dan janji yang kita buat akan menjadi kisah untuk kemudian kami kenang sendiri dan entah mengapa akan selalu menjadi milik kami sendiri

Semua akan terbukti tepat pada waktunya untuk diketahui yang sesungguhnya bahwa kita adalah satu, milik kami sendiri, aku, mereka, dan cerita kami

Karena sebuah cerita kami akan terlalu mahal bahkan terlalu bahagia untuk kita jual maka kita akan menjadikannya barang museum yang tak ternilai harganya

Meskipun lembar demi lembar kalian gunakan untuk membuka kami, tapi tetap tak akan kalian dapatkan hal itu untuk menjadi nyata karena milik kita adalah berharga pada diri kita sendiri

Advertisements

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s