Sebentar Lagi Pemilu, Nih!

Halo, pembaca. Hari ini, Senin, 6 Januari 2014 . Itu sudah berada di awal yang mau menuju ke tengah. Apa artinya? Cepat sekali waktu berjalan. Ya, benar. Cepat sekali. Bahkan seiring dengan berjalannya waktu, kita akan merasakan perubahan yang berbeda-beda yang dapat kita rasakan maupun yang tidak dapat kita rasakan. Dan pada tahun ini, kita mengenal adanya tahun politik. Tahun politik? Apa itu tahun politik? Saya baru dengar.. Mungkin bagi sebagian orang merasa begitu, karena tahun politik adalah tahun yang menggelitik telinga kita karena terdengar aneh. Tapi belum tentu juga, mungkin ada yang berpikiran bahwa tahun politik adalah tahun ketika semua orang bermain politik. Tapi ah, tidak juga. Politik di zaman sekarang itu macam-macam, lho! Dari berbagai kejadian kita bisa sebut politik. Kenapa begitu? Ya tergantung dalam bidang mana kita menggunakan politik tersebut. Mungkin juga itu yang ada di pikiran orang awam. Tapi sebenarnya, apa sih politik? Oke. Menurut Wikipedia, politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Lalu, tahun politik di Indonesia ini kenapa? Apakah karena pada 9 April 2014 kita semua, rakyat Indonesia ada acara pemilu alias PEMILihan Umum Presiden Republik Indonesia?

Ingat!

Ingat!

Ya, saya rasa juga begitu. Pemilu sudah dekat, kita harus mempersiapkan siapa calon yang akan kita pilih. Apalagi iklan partai politik yang sudah menghiasi layar kaca kita membuat kita semakin bingung untuk menentukan pilihan. Berbagai macam pilihan berbeda ditampilkan dan diberikan oleh calon-calon presiden kita. Mereka menunjukkan kebaikan hati mereka yang akan membius para pemirsa dan rakyat agar mendukung mereka. Sebagian besar dari calon presiden menunjukkan kemurahan hatinya untuk bergabung bersama ‘mereka’, rakyat kecil, lalu menuju sekolah-sekolah untuk memberikan pengetahuan umum dan motivasi agar mereka bisa menjadi orang yang lebih berhasil daripada mereka.

Sebenarnya, masalah kemiskinan sudah menjadi masalah lama Indonesia karena Indonesia adalah negara berkembang sehingga kita perlu mengadakan suatu perubahan besar untuk itu. Jika para capres-cawapres hanya menjadikan itu sebagai alat untuk berkampanye agar terpilih kemudian mereka hanya membuat kebijakan tanpa ada bukti, maka itu adalah salah karena ‘mereka’ juga menanti uluran tangan tulus yang tak hanya mengobral janji lewat mulut manis karena semua orang dapat berkata, tapi belum tentu dapat membuktikannya. Seharusnya politik yang baik adalah saling untung, ‘mereka’ untung, mereka juga untung. Jadi, tidak sekedar wacana atau janji manis, harus berbukti baik. Selain adanya pemilu presiden dan wakil presiden, ada juga pemilu legislatif pada tahun ini. Tentunya kita semua juga sudah mengetahuinya karena ramai-ramai para calon anggota legislatif sudah memasang iklan mereka sejak lama. Berbagai cara mereka lakukan untuk merebut kursi legislatif itu. Ada yang memasang baliho bertema penasaran, bagi-bagi stiker, bahkan ada yang menyelipkan demonya dalam souvenir pernikahannya. Aduh, bukan main cara yang mereka lakukan. Cukup kreatif.

Namun, banyaknya iklan baliho sepertinya membuat pemandangan menjadi tak elok lagi. Ya memang itulah risikonya. Tapi kita tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja. Harus ada cara pintar untuk mengatasi baliho-baliho sembarangan itu dan juga agar tidak ada poster caleg maupun caleg capres-cawapres yang mengotori tempat-tempat manis. Seperti mengecilkannya menjadi kartu nama, lalu membagikannya. Jika mereka mau. Tapi saya rasa jarang ada yang mau karena jika kecil maka tidak akan dilihat begitu saja. Kalau besar, maka mereka akan sempatkan membaca atau memotretnya. Saat ini kita juga kita melihat banyaknya iklan diberbagai website tentang partai politik, atau bahkan promosi capres-cawapres yang berkeliaran. Menurut pembaca, apakah itu merusak pemandangan? Ah, saya rasa hanya pembaca yang tahu karena pendapat setiap orang berbeda-beda.

Kalau seorang yang mencalonkan diri sebagai caleg atau capres-cawapres adalah seorang blogger, maka ia akan memposting semua kegiatan dirinya yang berhubungan dengan kegiatan bangsa yang melibatkan dirinya, maka itu juga akan menjadi nilai tersendiri baginya. Orang-orang akan lebih banyak membaca kegiatannya di internet sehingga pengetahuannya tentang caleg atau capres-cawapres pilihannya semakin banyak sehingga ia akan sedikit demi sedikit mengerti bagaimana orang tersebut. Tapi, tidak harus dengan iklan yang lebar yang menutupi layar desktop dan perlu untuk mengklik close untuk menutupnya. Hal itu tentunya sangat meresahkan. Saat ini, kita melihat bahwa banyak yang melakukan hal itu, tapi mereka melakukan dengan memasang iklan yang lebih kecil sehingga tidak perlu ada klik-klik untuk menutup iklan tersebut.

Saat ini juga bisa kita ketahui bahwa banyak sekali situs yang menyediakan informasi menarik mengenai caleg dan capres-cawapres, mereka menuliskan ulasan-ulasan menarik yang menggoda hati. Cerita riwayt hidup mereka, bagaimana mereka di sekolah dulunya, bagaimana mereka berinteraksi, bagaimana mereka menggapai kesuksesan yang dimulai dari nol sampai saat ini, bagaimana mereka menjalin hubungan dengan sekitar, bagaimana tindakan mereka, dan lain sebagainya. Jika kita melihat di situs-situs berita, maka mereka akan menyediakan informasi terkini tentang kegiatan mereka. Tak jarang juga terkadang berita tersebut membuat kita ternganga tau melotot tak percaya. Tapi ya, itulah berita yang mereka sajikan. Dengan adanya foto, seakan kita terbius karena kejadian itu asli. Maka, kta harus pintar-pintar memilih hal yang tepat untuk kita.

Naah, kita nih, sebagai Blogger juga mempunyai partisipasi, kok, untuk mempromosikan caleg atau capres-cawapres pilihan kita yang menurut kita itu baik dan layak untuk dipilih. Kita bisa memulainya dengan menuliskan sesuatu hal yang unik, menuliskan kelebihan dari orang-orang pilihan kita itu dan memberikan penjelasan tentang bukti-bukti nyata tentang prestasi mereka yang dapat dibanggakan sebelum mereka mencalonkan diri sehingga kita bisa tahu apa yang akan mereka kerjakan secara baik dalam masa kepemilihannya nanti. Kita sebagai blogger juga bisa berpartisipasi dalam banyak hal, seperti memposting kegiatan dirinya yang tidak bisa dia posting di situsnya. Tapi untuk hal ini, tentunya kita harus berhati-hati untuk melakukan hal itu agar tulisan yang kita posting tersebut terhitung bagus dan cenderung tidak menjelek-jelekkannya. Bisa juga kita memperingatkan para pembaca blog agar berhati-hati terhadap modus-modus halus yang mungkin bisa saja dilakukan dalam masa kampanye mereka atau hal apapun yang bisa membuat para pembaca blog untuk lebih selektif lagi dalam memilih, memperingatkan mereka agar berpikir berulang kali sebelum menentukan pilihannya. Tapi saya kira masyarakat sudah pandai memilih. Mereka tentunya mengetahi mana yang baik dan mana yang kurang baik. Maka, kita harus pintar-pintar menentukan pilihan kita!

Advertisements

6 thoughts on “Sebentar Lagi Pemilu, Nih!

  1. “Tapi saya kira masyarakat sudah pandai memilih. Mereka tentunya mengetahi mana yang baik dan mana yang kurang baik.” dan bisa memilih mana yang ngasih uang sedikit dan mana yang uangnya banyak 😀

    • wkwk, terima saja uangnya, memilih itu tetaplah dari hati kita. 😀
      atau secara tegas ditolak? aah, hal itu pasti menyakitkan.

Silakan berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s